logo.png

Pemkot Kediri Gelar Atraksi Budaya Kenalkan Sejarah


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Gelar Atraksi Budaya Kenalkan Sejarah
keseniin jarang kepang kediri (kesenian )
 
 "Sejarah mengenalkan banyak hal, kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Kami lakukan edukasi, dan kami harapkan ini sebagai pusat pengetahuan,"
 

Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar atraksi budaya di lokasi wisata Gua Selomangleng, Kediri, sebagai salah satu upaya mengenalkan serta melestarikan peninggalan budaya kepada masyarakat.

"Sejarah mengenalkan banyak hal, kesetiaan, kejujuran, dan keberanian. Kami lakukan edukasi, dan kami harapkan ini sebagai pusat pengetahuan," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Sabtu.

Abdullah mengatakan, Kota Kediri mempunyai beragam situs yang sangat berharga dan bernilai budaya tinggi, salah satunya di Gua Selomangleng Kediri, serta sejumlah gua di atas Gua Selomangleng tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan atraksi budaya tersebut merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan peninggalan leluhur. Kegiatan atraksi budaya dinilai sangat baik, sebab di dalamnya ada unsur mendidik.

Ia prihatin, banyak remaja yang tidak ataupun kurang memahami tentang budaya serta berbagai cerita di dalamnya. Terlebih lagi, saat ini gempuran teknologi semakin tinggi, sehingga remaja ataupun anak-anak lebih mengenal berbagai macam kartun daripada sejarah sendiri. Ia mencontohkan, cerita tentang ande-ande lumut, tidak semua anak-anak memahaminya, bagaimana cerita tersebut ataupun latar belakangnya. 

"Kesalahen lokal banyak yang hilang, apalagi di sekarang keduluan cerita kartun," ujar Wali Kota.

Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa diteruskan dan rutin dilakukan. Selain mengenalkan tentang budaya ke masyarakat, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menarik kunjungan wisatawan di Kediri.

Dalam acara tersebut mengambi tema "The Spirit of Daha (Panjalu)". Cerita Panji merupakan sebuah sastra yang diakui secara internasional dan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di Myanmar maupun Thailand.

Sejumlah tarian ditampilkan, yaitu tali jiwa yang merupakan kolaborasi seni pertunjukan kesenian jaran kepang dan tari karya Djarot B Dharsono asal Surakarta dengan seniman asal Kediri.

Pertunjukan kedua adalah tirta vayu, yang merupakan karya tari dari sebuah rumah tari Sangishu, Bandar Lampung, dan ketiga adalah atraksi membaca kilisuci yang merupakan kolaborasi gitaris dan tari musik oleh Joel Tampeng yang merupakan gitaris Sawung Jabo dari Jogjakarta dan penari Okky Yudistari dari Kediri.

Atraksi itu berhasil menarik simpati dari masyarakat. Mereka memadati lokasi pelataran Gua Selomangleng Kediri tersebut. Mereka menyaksikan acara mulai dari awal sampai akhir pertunjukan. (*)  

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com