logo.png

Banjir Bandang di Kota Kediri Buat Panik Ratusan Warga


AdaKitaNews

ADAKITANRWS2015-09-19_23.53.31, Kota Kediri – Hujan lebat yang tiba-tiba mengguyur Kota Kediri berakibat meluapkan sejumlah sungai hingga nyaris menenggelamkan pemukiman warga. Ratusan warga tampak panik menyelamatkan diri dan harta bendanya.

Hal itu merupakan skenario kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan aparat gabungan di Bantaran Sungai Brantas. Simulasi itu diikuti ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Brigade Penolong (BP), Dinas Kesehatan Kota Kediri, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Sabtu (19/9).

BPBD Kota Kediri menggelar simulasi penanganan bencana yang dipusatkan di Bantaran Sungai Brantas. Simulasi tersebut menggambarkan bagaimana penanganan para personiel gabungan tersebut apabila Kota Kediri dilanda banjir bandang.

Simulai dimulai sekitar pukul 08.00 Wib. Dalam skenario simulasi, dibuat seolah-olah terjadi hujan lebat dan mengakibatkan meluapnya sungai di Kota Kediri. Luapan air sungai itu membuat warga panik karena rumah mereka nyaris tenggelam. Melihat kondisi itu, BPBD Kota Kediri langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Seluruh pihak yang berkompeten pun langsung bergerak membantu warga dengan peran masing-masing. Upaya evakuasi dilakukan aparat dari TNI,POLRI, Tagana dan BP. Sementara untuk mengatasi kondisi kesehatan warga, tim dari Dinas Kesehatan dan PMI, langsung mendatangi barak pengungsian untuk memeriksa.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam simulasi tersebut juga turut berperan. Walikota melakukan pengecekan berbagai perlengkapan dan kegiatan penanggulangan bencana. Diantaranya kesiapan rumah sakit darurat, dapur umum hingga mengecek apa saja peralatan dan bantuan yang akan diberikan kepada para korban bencana.

“Potensi bancana di Kota Kediri memang tidak besar, namun semua patut untuk diwaspadai. Makanya kita gelar simulasi penanggulangan bencana ini. Kalau ada bencana, masyarakat harus berbuat apa, petugas harus berbuat apa,” jelas Walikota. (ys).


Sumber : adakitanews.com