logo.png

Ratusan Tuna Rungu Kampanye Tolak Diskriminasi


ANTARA News Jawa Timur

 
 "Kami peringati ini sebagai hari untuk mengingat hak tuna rungu. Kami berharap seluruh tuna rungu bisa terus semangat, mandiri dan berjuang menghapuskan diskriminasi," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Ratusan penyandang tuna rungu tingkat Jawa Timur, berkampanye yang dipusatkan di Taman Tirtoyoso Kota Kediri, menolak berbagai diskriminasi, dalam rangka Hari Tuna Rungu Sedunia.

"Kami peringati ini sebagai hari untuk mengingat hak tuna rungu. Kami berharap seluruh tuna rungu bisa terus semangat, mandiri dan berjuang menghapuskan diskriminasi," kata Ketua DPP Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Timur Maskurun Yuyun di Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, penyandang tuna rungu memang mempunyai keterbatasan, namun mereka masih bisa melakukan berbagai macam aktivitas seperti yang dilakukan masyarakat pada umumnya. 

Mereka juga bisa mandiri serta berkarya. Berbagai pekerjaan juga bisa mereka lakukan seperti menjahit, pegawai di salon, sampai menggunakan teknologi. Mereka pun juga bisa berprestasi, seperti anak normal lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakrar mengatakan berbagai kegiatan yang dibuat oleh Gerkatin mampu membangkitkan semangat penyandang tuna rungu yang ada di Kota Kediri. Mereka mendapatkan dukungan, sehingga bisa melakukan berbagai hal positif.

"Kami terus dorong mereka untuk semangat melakukan kegiatan yang mengembangkan potensi mereka," kata Abu. 

Ia juga mengatakan, Pemerintah Kota Kediri dan dinas terkait sudah membuat berbagai program untuk pemberdayaan penyandang tuna rungu dan difabel di kota ini.    

"Kami berharap semua bisa menghasilkan program yang bagus, sehingga kami bisa memberdayakan potensi tuna rungu yang selama ini belum terpikirkan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai kerajinan yang dibuat para penderita tuna rungu yang sengaja dipajang di lokasi. Produk yang mereka hasilkan juga tidak kalah dengan produk masyarakat umum lainnya. Dalam bazar, mereka memajang berbagai produk-produk seperti baju, cinderamata, jilbab, maupun makanan khas daerah masing-masing. 

Wali Kota saat meninjau lokasi bazar, juga menginginkan agar penyandang tuna rungu dan difabel ini terus serta ikut dalam berbagai pameran, sehingga produk yang dihasilkan bisa semakin bersaing. Kualitas produk mereka juga tidak kalah dengan kualitas produk lainnya. 

Acara itu dikemas dengan kampanye. Para peserta membawa berbagai macam poster yang isinya permintaan dan imbauan untuk tidak melakukan diskriminasi pada penderita tuna rungu dan difabel lainnya. Selain itu, juga terdapat poster yang isinya adalah tentang hak penderita tuna rungu tentang bahasa isyarat. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com