logo.png

PWI Jatim Ingatkan Profesionalisme Wartawan dalam Bekerja


ANTARA News Jawa Timur

PWI Jatim Ingatkan Profesionalisme Wartawan dalam Bekerja
UKW angkatan XII 2015 di Kota Kediri (ukw)
 
 "Kami terus lakukan uji kompetensi. Wartawan harus profesional dalam bekerja," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Akhmad Munir mengingatkan tentang profesionalisme wartawan dalam bekerja, serta mempunyai kompetensi yang cakap, yang salah satunya dengan lulus mengikuti uji kompetensi.

"Kami terus lakukan uji kompetensi. Wartawan harus profesional dalam bekerja," katanya saat menghadiri kegiatan uji kompetensi wartawan (UKW) angkatan XII 2015 yang digelar oleh PWI Kediri di salah satu hotel di kota tersebut, Minggu. 

Kegiatan ini dihadiri 65 peserta UKW serta 11 penguji yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai daerah seperti Kediri, Blitar, Tulungagung, Madiun dan sejumlah daerah lain. 

Uji kompetensi ini, lanjut dia, juga sebagai upaya mengukur tentang kompetensi wartawan. Mereka diuji oleh penguji, dan nantinya akan diketahui yang bersangkutan lolos atau tidak. Penguji juga langsung mengumumkan hasil ujian dan jika tidak lolos, harus ikut ujian lagi.

Ia mengatakan, ada sekitar 1.500 wartawan di Jatim. Dari jumlah itu, masih sekitar 700 wartawan yang sudah mengikuti uji kompetensi. Ia berharap, seluruh wartawan nantinya sudah mengikuti uji kompetensi, sebab hasil dari kegiatan itu, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga bisa sebagai bekal ia bekerja.

Selain Kediri, nantinya UKW akan berlangsung di Pasuruan dan Madiun. Namun, di sejumlah daerah yang sudah menyelenggarakan UKW nantinya diharapkan menggelar UKW lagi, karena masih banyak yang belum ikut.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku sempat takut masuk ke kantor, karena banyaknya wartawan yang tanpa identitas yang jelas. Ia pun tidak mengetahui dengan pasti media serta tingkat profesionalisme dari wartawan yang bersangkutan.

Namun, ia mengatakan saat ini sudah tidak takut lagi menghadapi wartawan, sebab sudah bisa membedakan media yang abal-abal serta asli. Ia pun berharap, para jurnalis yang mengikuti uji kompetensi ini bisa bekerja lebih profesional.

"Uji kompetensi ini untuk peningkatan kualitas wartawan. Peningkatan kualitas profesi kewartawanan penting, jadi kami mendukung acara ini," ujarnya. 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana juga berharap berbagai tulisan oleh wartawan bisa memuat sisi positif dan mengandung nilai pembelajaran. Sebab, berbagai tulisan itu juga evaluasi pada program pemerintah. 

Ia juga mengatakan pemerintah tidak alergi pada berbagai kritik yang diberikan, sebab demi kemajuan pemerintah kota. Seluruh instansi di Kota Kediri juga sudah menerapkan keterbukaan informasi, sehingga wartawan juga bisa mengakses berbagai informasi untuk kemajuan pembangunan Kota Kediri. (*) 

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com