logo.png

Fraksi PKB : Pengesahan PAK Molor Karena Kesalahan Legislatif


AdaKitaNews

2015-10-08_19.39.47

ADAKITANEWS Kota Kediri – Terhambatnya persetujuan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) membuat program-program satuan kerja di Kota Kediri terhambat. Hal ini menurut Muzer Zaidib anggota Komisi C dari Fraksi PKB, karena permasalahan internal di Legislatif Kota Kediri yakni DPRD.

Hingga saat ini, Kamis (08/10) dua wakil DPRD Kota Kediri dari Fraksi PKB dan juga Fraksi PDIP. Menurut H Muzer Zaidib anggota Komisi C DPRD Kota Kediri hal ini karena pembagian kursi di badan legislatif yang tidak sesuai harapan.

“Permasalahan ini (PAK terhambat-red) itu sebenarnya kita tidak ada masalah dengan eksekutif tapi masalahnya di internal legislatif sendiri,” ujar H Muzer Zaidib saat mengikuti hearing bersama Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Gambiran, Kamis (08/10) di ruang Komisi C DPRD Kota Kediri.

Menurut Muzer Zaidib pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) beberapa waktu yang lalu, 3 Partai memiliki suara terbanyak. Ketiga partai itu yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, di pembagian kursi legislatif, menurut Muzer Zaidib, terjadi kedzoliman.

“Ini jelas tidak adil. Pemenang di Kota Kediri itu 3 partai kok, seharusnya PAN suruh milih dulu, sesudah itu PDIP, lalu PKB. La ini tidak, ada kekuatan-kekuatan yang kepentingan kecil, beliaunya ingin dapat posisi yang besar,” jelas Muzer Zaidib

Belum di sahkan PAK ini membuat Satuan Kerja (Satker) di Kota Kediri terhambat. Terutama Satker yang berhubungan dengan kesehatan, yakni RSUD Gambiran dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Bahkan, kegiatan operasi pasien di RSUD Gambiran ditunda. Pasalnya, pihak RSUD kehabisan Anestasi (obat bius) untuk proses tersebut. “Saya barusan dapat SMS dari salah satu petugas jika hari ini proses operasi belum bisa dilanjutkan, karena anestasinya habis,” ujar Dr Fauzan Adima Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, selain anestasi tersebur, pihak RSUD Gambiran juga kekurangan obat-obatan untuk melayani pasien. Hal ini membuat pihak RSUD Gambiran serta Dinkes Kota Kediri melakukan hearinh bersama DPRD untuk mencari solusi.(zay).


Sumber : ADAKITANEWS.COM