logo.png

Pemerhati Budaya Australia Observasi Situs Purbakala Kediri


 

Sabtu, 10 Oktober 2015 22:50:17
Reporter : Nanang Masyhari

Pemerhati Budaya Australia Observasi Situs Purbakala Kediri

Kediri (beritajatim.com) -- Pemerhati budaya Indonesia asal Negeri Kanguru Australia berminat melakukan penelitian terhadap situs-situs purbakala di Kota Kediri, Jawa Timur.

Pria bernama Michael White yang sudah menyandang nama Indonesia, Made Wijaya, Sabtu (10/10/2015) melakukan observasi ke sejumlah situs purbakala, diantaranya makam Syech Wasil di kompleks makam auliya' Setono Gedong, dan situs Dewi Kilisuci di kawasan Selomangleng Kota Kediri.

Bersama dua orang temannya asal Inggris, pria yang akrab disapa pak Wijaya ini berkesempatan bertemu Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar di rumah dinas, Jalan Basuki Rahmad, Kota Kediri

Kepada walikota, pria berlatar belakang Arsitektur dan lama tinggal di Bali ini, menyampaikan kekagumannya terhadap Kota Kediri yang memiliki potensi luar biasa dalam hal kebudayaan. Kata dia, banyak peninggalan purbakala di kota ini, arsitekturnya luar biasa dan bernilai seni tinggi.

"Saya sangat kagum dengan budaya Kota Kediri termasuk peninggalannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, pak Wijaya menyampaikan beberapa gagasan untuk pengembangan potensi budaya di Kota Kediri, dan siap membantu Pemkot Kediri dengan memberikan desain (lanscape) secara cuma-cuma.

"Saya siap membantu pengembangan potensi budaya Kota Kediri, sesuai bidang saya, arsitektur," tambah Wijaya.

Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abubakar mengapresiasi keinginan Made Wijaya dalam mengembangkan potensi budaya kota Kediri.

"Pak Made ini asalnya orang Australia, tapi beliau sangat peduli dengan budaya Kota Kediri. Kami sangat berterima kasih ada bule melalui disiplin ilmu yang dia miliki, ikut menyumbangkan gagasan untuk kemajuan Kota Kediri," kata Mas Abu

Menurut Mas Abu, salah satu gagasan dari Michael White adalah pengelolaan Taman Sekartaji, yang konsep dan arsitekturnya nanti dibuat berdasarkan cerita Panji.

" Pak Michael White atau pak Wijaya ini awalnya prihatin dengan keberadaan Taman Sekartaj, yang kondisinya tidak mencerminkan kebesaran Dewi Sekartaji. Makanya beliau bersedia membuatkan desain untuk Taman Sekartaji agar kebesaran nama Dewi Sekartaji bisa muncul, sekaligus sebagai salah satu simbol (icon) lokasi Kota Kediri," ungkapnya

Dalam kesempatan itu Michael White alias Made Wijaya memberikan buku berjudul Majapahit Style kepada Mas Abu. Buku setebal 360 halaman merupakan karya Made Wijaya, yang ditulis setelah melakukan penelitian selama kurang lebih‎. (nng/ted)


Sumber : beritajatim.com