logo.png

Produksi Kain Tenun Ikat Kediri Terhambat Kenaikan Kurs Dolar


AdaKitaNews

2015-10-09_20.13.02

ADAKITANEWS Kota Kediri – Meningkatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar beberapa waktu yang lalu menghambat produksi kain tenun ikat di Kota Kediri. Sejak melemahnya nilai tukar rupiah, produksi kain tenun ikat di Kelurahan Bandar Kecamatan Mojoroto Kota Kediri menurun hingga 50%.

 

2015-10-09_20.12.30

Sulkhan pemilik usaha tenun ikat mengatakan, adanya resensi ekonomi global membuat harga benang naik. Hal ini karena barang tersebut harus didatangkan dari luar negeri. “Karena kami harus pesan ke luar negeri, jadi ya lebih mahal sekarang,” ujarnya

Selain itu, sejak krus dolar naik, paket pengiriman bahan baku yakni benang sutra sering terhambat. Namun, Sulkhan mengaku tidak mengetahui secara pasti penywbab terhambatnya paket pengiriman bahan baku kerajinanya itu. “Saya tidak tahu persisnya kenapa. setahu saya, sejak kurs dolar naik, pengiriman benanh sutra jadi sering terlambat,” kata Sulkhan.

Sulkhan menambahkan, keterlambatan tersebut membuat produksinya berkurang hingga 50% lebih. Sulkhan yang mampu membuat kain tenun ikat 60 – 70 potong dalam satu bulan, kini hanya 30 potong kain yang mampu ia produksi.

“Biasanya bisa 60 sampai 70 kain mas. Sekarang bahan bakunya nggak ada, jadi cuma menghasilkan 30 kain aja,” keluhnya

Usaha kain tenun ikat memproduksi kain untuk baju serta sarung. Bahannya bermaca-macam, ada yang dari benanh sutra, benang katun, maupun semi sutra. Produk kain tenun ikat ini memiliki harga yang cukup muarah mulai daei 150 ribu setiap potonh, hingga 360 setiap potongnya.

Kain tenun ikat merupakan salah satu produk unggulan di Kota Kediri. Pasalnya, kain tenun ikat yang diproduksi oleh kakak adik Sulkhan dan Solekhan ini sudah go international. Namun, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang beberapa minggu yang lalu sempat mencapai 14.800 membuat produksi kain tenun ikat tersebut terhambat.(zay)


Sumber : adakitanews.com