logo.png

Ulama Kediri Serukan Pentingnya Kerukunan Umat Beragama


Ulama Kediri Serukan Pentingnya Kerukunan Umat Beragama

Ponpes Lirboyo Kota Kediri

KEDIRI (BM) - Pasca terjadinya insiden pembakaran gereja di Aceh Singkil Nangro Aceh Darussalam, beberapa hari lalu yang mengakibatkan satu warga meninggal, diserriusi sejumlah ulama se-Kediri.
 
Mereka juga menyerukan pentingnya kerukunan antar umat beragama. Di samping itu, aparat penegak hukum juga diminta bertindak tegas supaya tidak terjadi kembali kejadian serupa. Hal itu, juga diamini ribuan umat muslim se- Kediri dalam menyambut datangnya 1 Muharram 1437 Hijriyah.
 
Selain itu, mereka juga menggelar doa dan salat berjamaah di Masjid Agung Kota Kediri, pada Selasa ( 13/10) malam.
 
Setidaknya, antusiasme jamaah membludak dan membanjiri kawasan Alun-Alun Kota Kediri, hingga akses jalan utama menuju ke Kota Kediri ditutup total. Adapun, mayoritas jamaah yang mengikuti yakni para santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) di Kota Kediri.
 
Moment tahunan yang digelar  ini, selain mengajak menjaga  kerukunan antar umat beragama,  Ulama Kediri juga mengajak seluruh warga seluruh Indonesia untuk saling mengenal dan menghargai sesama. Sehingga, insiden kerusuhan antar umat beragama dapat dihindari.
 
Adapun Doa bersama, langsung dipimpin KH Anwar Mansyur, pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri. Para jamaah yang mengikuti terlihat khidmat  saat membaca doa dalam kertas yang dibawanya. Kemudian, acara dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah dan doa Istiqotsah bersama.
 
Menurut Ahmad Subakir, salah satu ulama Kediri, momentum Tahun Baru Islam ini harus menjadi awal  dari sebuah perubahan besar dalam kehidupan. Para ulama mengajak seluruh warga Indonesia untuk saling menghargai  antar sesama. “ Harapnanya, insiden kekerasan seperti pembakaran tempat ibadah di Aceh, Sumatera Utara  tidak akan terjadi lagi,” pintanya. (bud/nov)

Sumber : beritametro.com