logo.png

Dinkes Kota Kediri Libatkan Semua Elemen Tangani HIV/AIDS


ANTARA News Jawa Timur

Kamis, 15 Oktober 2015 20:40 WIB
Dinkes Kota Kediri Libatkan Semua Elemen Tangani HIV/AIDS
sosialisasi tangani HIV/AIDS (sosialisasi)
 
 Di Kediri, kata dia, temuan jumlah penderita HIV/AIDS cukup tinggi. Pada 2015 terdapat 95 penderita baru yang ditemukan, hampir sama dengan temuan pada 2014 yaitu 141 orang. 
 

Kediri (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, melibatkan semua elemen baik dari instansi maupun masyarakat untuk membantu menangani HIV/AIDS di kota ini.

Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Kediri Retno, Kamis mengemukakan penyakit ini memerlukan penanganan yang serius, sehingga diharapkan semua elemen terlibat.
  
"Semua sektor dilibatkan, baik dari pemerintah, LSM, warga yang peduli HIV/AIDS menjadi satu dalam LKB (layanan komprehensif berkesinambungan)," katanya.

Program LKB dari Kementerian Kesehatan yang diluncurkan pada 2012. Selain itu, juga terdapat program SUFA (strategic use for ARV) pada 2013 yang dilakukan secara bertahap pada beberapa kabupaten/kota terpilih. 

Salah satu tujuan utama dari LKB adalah meningkatkan akses dan cakupan terhadap upaya promosi, pencegahan, dan pengobatan HIV dan IMS serta rehabilitasi yang berkualitas dengan memperluas jejaring layanan hingga ke tingkat puskesmas, termasuk layanan untuk populasi kunci.

Di Kediri, kata dia, temuan jumlah penderita HIV/AIDS cukup tinggi. Pada 2015 terdapat 95 penderita baru yang ditemukan, hampir sama dengan temuan pada 2014 yaitu 141 orang. 

Selain terus koordinasi lewat LKB, ia juga gencar melakukan sosialisasi terkait bahaya serta penularan penyakit yang menggerogoti tubuh tersebut. Selain lewat HIV/AIDS juga bisa ditularkan lewat hubungan dengan lawan jenis, ASI, urine, air liur, maupun cairan lambung. 

Ia berharap, dengan rutinnya pertemuan ini, bisa didapatkan hasilnya positif dengan jumlah temuan penderita yang semakin banyak, sehingga dapat sesegera mungkin memperoleh akses layanan kesehatan (termasuk ARV) untuk mencegah terjadinya penularan HIV lebih lanjut. (*) 

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com