logo.png

Pemkot Kediri "Jemput" Warga untuk Pengobatan Gratis


Sabtu, 17 Oktober 2015 19:27 WIB
Pemkot Kediri
pengobatan gratis (obat)
 
"Pengobatan gratis ini untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, mungkin mereka tidak tahu harus kemana, mereka juga tidak ke dokter, jadi kami jemput,"
 

Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur "menjemput" puluhan warga kota setempat untuk pengobatan gratis dengan mewujudkan fasilitas pengobatan gratis secara berkeliling dari kelurahan ke kelurahan.

"Pengobatan gratis ini untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, mungkin mereka tidak tahu harus kemana, mereka juga tidak ke dokter, jadi kami jemput," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam pengobatan gratis di Ponpes Al-ishlah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan pemkot memang sengaja mengadakan kegiatan tersebut pada lokasi yang memungkinkan masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, pak lurah, BPJS dan kegiatan ini tidak dipungut biaya," katanya.

Menurut dia, kegiatan pengobatan gratis tersebut itu melibatkan tim medis RSUD Gambiran. Selain memeriksa warga yang ikut pengobatan gratis, petugas juga memberikan obat secara gratis.

Sementara itu, Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan dalam acara ini melibatkan empat dokter, empat perawat, serta delapan asisten farmasi.

Warga yang datang menderita berbagai macam sakit, seperti sakit kepala, badan linu, dan beragam sakit ringan lainny. Mereka diperiksa oleh dokter, mulai dari pemeriksaan tensi, denyut nadi, dan sejumlah pemeriksaan luar lainnya.

Kegiatan itu rencananya juga akan dilakukan setiap bulan dengan lokasi berpindah-pindah.

"Nanti rencana setiap bulan, kami akan keliling per kelurahan. Mereka yang sakit bermacam-macam, seperti badan linu, sementara yang berat kami akan rujuk ke rumah sakit," katanya.

Fauzan juga mengaku tidak khawatir akan kekurangan obat, karena pengobatan gratis itu memanfaatkan stok yag ada. Sampai saat ini pengadaan obat belum turun, padahal stok obat di rumah sakit semakin menipis, karena PAK APBD Kota Kediri masih bermasalah.

Sementara itu, Lia, salah seorang warga yang ikut pengobatan gratis mengaku sengaja memanfaatkan kegiatan itu untuk berobat. Ia mengalami sakit perut sejak beberapa hari dan belum sembuh.

"Saya sakit perut, setelah diperiksa langsung diberi obat," katanya. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com