logo.png

Pengusaha Kerajinan Benang Rajut Butuh Bantuan Modal


ANTARA News Jawa Timur

Minggu, 18 Oktober 2015 15:38 WIB
Pengusaha Kerajinan Benang Rajut Butuh Bantuan Modal
merajut (rajut )
 
 "Selama ini, saya menggunakan modal sendiri. Sebenarnya ingin mengembangkan usaha, cuman terkendala dengan agunan ketika mengajukan pinjaman," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Pengusaha kerajinan benang rajut di Kota Kediri, Jawa Timur, membutuhkan bantuan modal, sebagai upaya mengembangkan usaha mereka menjadi lebih baik.

"Selama ini, saya menggunakan modal sendiri. Sebenarnya ingin mengembangkan usaha, cuman terkendala dengan agunan ketika mengajukan pinjaman," kata Dianing Lestari, salah seorang perajin kerajinan rajut asal Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, potensi usaha kerajinan rajut ini sangat besar, sebab banyak masyarakat yang suka. Selain mempunyai nilai seni, usaha ini juga bisa dikerjakan sesuai dengan keinginan.

Ia mengungkapkan sudah mulai usaha ini sejak 2013. Awalnya, usaha ini berasal hobi yang sudah digelutinya sejak kecil. Ia sempat bekerja di sebuah koperasi, dan setelah keluar dari koperasi, baru dengan serius menggeluti kerajinan ini.

Dian mengemukakan usahanya berawal dari modalnya sendiri, Rp300 ribu yang merupakan penjualan dua tas rajut yang dibuatnya. Hasil dari penjualan itu, ia belikan benang dan terus ia kembangkan.

"Saya awalnya membuat dua tas dan laku Rp300 ribu, lalu saya belikan benang dan saya buat tas, dan laku lagi, berkembang sampai sekarang," ujarnya.

Benang yang dibuat sebagai bahan tas kerajinan tangan miliknya beragam jenis, seperti benang nilon, poliester, polipropilen dan beragam jenis benang lainnya. Barang-barang itu nantinya dirajut untuk dibuat kerajinan baik tas, taplak meja, dan beragam jenis kerajinan lain.

Ia juga mengatakan, sebenarnya tidak sulit mempelajari pola rajut. Bahkan, membuat rajut bisa dilakukan secara otodidak. Setiap orang pun bisa belajar, baik anak-anak ataupun orang dewasa. 

"Merajut itu mudah, namun membutuhkan telaten, jadi memang harus telaten," ungkapnya. 

Menurut dia, selama ini hasil kerajinan itu ia pasarkan berdasarkan pesanan. Ia lebih memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memasarkan kerajinannya. Selain itu, terdapat beberapa gerai yang ia suplai untuk memasarkan produknya. 

Sampai akhir tahun, ia mengakui masih ada belasan pesanan yang ia harus kerjakan. Ia pun terpaksa menutup pesanan lagi, sebab masih konsentrasi mengerjakan kerajinan itu.

Selain ada pesanan, ia pun harus mengerjakan stok untuk persiapan mengikuti kegiatan pameran kerajinan tangan di Jakarta, yang digelar April 2016. Ia terpilih mewakili Kota Kediri memakerkan kerajinan tangan itu dalam ajang nasional tersebut. 

"Saya untuk sementara waktu menutup pesanan dulu, sebab masih konsentrasi mengerjakan pesanan dan persiapan stok mengikuti pameran di Jakarta," ujarnya.

Namun, ia berharap pemerintah mau membantu, memberikan keringan bagi pengusaha kecil seperti dirinya. Ia pun berharap, pemerintah rutin memberikan media pelatihan serta membantu memasarkan barang kerajinannya.  (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com