logo.png

Wali Kota Tegaskan Pentingnya Sinergisitas Tekan Inflasi


ANTARA News Jawa Timur

Minggu, 18 Oktober 2015 17:20 WIB
Wali Kota Tegaskan Pentingnya Sinergisitas Tekan Inflasi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (wali kota )
 
 "Inflasi rendah ini karena ada kerjasama yang masih dan sistematis. Masif karena sering mengadakan pertemuan tim pengendali inflasi secara rutin dan membahasnya secara mendetail,"
 

Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pentingnya sinergisitas yang dibangun antarinstasi guna menekan inflasi di kota ini, hingga serendah mungkin.

"Inflasi rendah ini karena ada kerjasama yang masih dan sistematis. Masif karena sering mengadakan pertemuan tim pengendali inflasi secara rutin dan membahasnya secara mendetail," katanya di Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan, dalam pembahasan itu tidak hanya membahas makro, melainkan juga masalah mikro. Pembahasan itu dilakukan secara mendetail, sehingga bisa mengetahui berbagai masalah perekonomian dan peluangnya.

Sebenarnya, kata dia, penekanan inflasi ini bukan karena saat dirinya menjabat sebagai Wali Kota Kediri saat ini, namun sudah dilakukan saat dirinya menjadi Wakil Wali Kota sebelumnya. 

"Kerjanya ini sudah agak lama, sejak saya Wakil Wali Kota. Kami bicarakan mendetail dan ditunjang dengan dinas yang sudah mempunyai program, sehingga inflasi ini bisa ditekan terus menerus," katanya.

Ia mengatakan, semua instansi juga dengan sigap melakukan tugasnya, misalnya operasi pasar. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan berbagai tips-tipsnya, sehingga terjadi sinergi yang baik di semua pihak.

"Kami jaga kekompakan, saling sinergi. Kami juga terus melakukan evaluasi, termasuk kendalanya. Evaluasi itu juga akan membahas program ke depan," ujarnya. 

Pada September 2015 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, lebih tinggi daripada inflasi pada Agustus 2015 yang juga mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Namun, secara kumulatif dari bulan Januari sampai dengan September 2015 masih yang terendah dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa yang dihitung Indeks Harga konsumennya, yaitu 0,84 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto, memprediksi tekanan inflasi Kota Kediri pada Oktober ini dan dua bulan mendatang dapat terjaga. 

"Melalui koordinasi dan sinergi dari berbagai pihak, TPID Kota Kediri optimistis inflasi Kota Kediri pada akhir 2015 terjaga pada rentang 4 ± 1 persen, dengan kecenderungan bias ke bawah," ujarnya.

Ia juga menambahkan, capaian inflasi yang rendah tersebut harus dikawal dengan baik sampai dengan akhir tahun 2015. Selain itu, inflasi pada bulan-bulan mendatang juga akan terjaga dengan baik, yang antara lain disebabkan ketersediaan stok beras di pasar yang cukup besar. 

Selain masalah stok beras, proses penyaluran raskin juga masih terus berlangsung. Produksi dan pasokan produk holtikultura seperti cabai, bawang merah, dan komoditas bumbu dapur yang lain saat ini melimpah. Sementara itu, pasokan gas yang didistribusikan juga lancar. 

Optimisme yang lain, tambah dia, terjadinya penguatan nilai tukar rupiah dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini diharapkan dapat menekan inflasi inti.  (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com