logo.png

OJK Kediri Gelar Pasar Rakyat Syariah


Sabtu, 24 Oktober 2015 18:55 WIB
 
Ini bagian dari gerakan cinta keuangan syariah yang melibatkan perbankan, asuransi, pegadaian syariah, sampai sektor riil yang dibiayai perbankan syariah.
 

Kediri (Antara Jatim) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menggelar Pasar Rakyat Syariah 2015 yang diikuti sejumlah lembaga keuangan syariah di wilayah Kediri.

"Ini bagian dari gerakan cinta keuangan syariah yang melibatkan perbankan, asuransi, pegadaian syariah, sampai sektor riil yang dibiayai perbankan syariah," kata Kepala OJK Kediri Bambang Hermanto di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, lembaga keungan syariah saat ini sudah mulai menunjukkan kemajuan, bahkan lembaga ini juga bisa memberikan fasilitas pembiayaan baik di sektor riil maupun untuk sehari-hari, seperti fasilitas membeli rumah, mobil, investasi emas, maupun deposito syariah.

Walaupun prospeknya sampai saat ini cukup baik, Bambang mengakui masih terdapat kendala. Total asset perbankan syariah sampai saat ini belum bisa menembus asset perbankan nasional.

"Ada batas psikologis, belum bisa menembus 5 persen dari total asset perbankan nasional, dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami," ujarnya.

Bambang mengaku sudah melakukan pemetaan untuk perbankan maupun jasa keuangan syariah. Diharapkan, dalam tempo lima tahun ke depan bisa bersaing, berkompetisi secara sehat dengan yang konvensional.

Ia mengakui, untuk mewujudkan program tersebut dibutuhkan sinergisitas yang baik antara OJK, lembaga jasa keuangan, maupun BI. Lembaga keuangan pun diharapkan bisa bangkit, supaya tidak tertinggal dengan lembaga jasa keuangan konvensional.

"Kami juga libatkan tokoh agama, lembaga masyarakat ekonomi syariah, lembaga jasa keuangan syariah, yaitu menjelaskan jika lembaga ini punya misi dakwah," ujarnya.

Bambang juga mengatakan, menggunakan jasa keuangan syariah lebih banyak pilihan daripada konvensional. Untuk itu, lembaga keuangan syariah juga sangat menarik untuk dimanfaatkan produknya.

Untuk memajukan lembaga ini, Bambang menegaskan pemerintah sudah memberikan kelonggaran kebijakan jika dibandingkan dengan konvensional misalnya tentang pendirian kantor, maupun permudahan untuk pemberian modal jasa keuangan syariah. Ia berharap, dengan kebijakan tersebut, nantinya keuangan syariah bisa menjadi lebih maju, dan masyarakat pun tertarik berinvestasi.

Kegiatan pasar rakyat syariah itu diikuti sekitar 14 lembaga jasa keuangan. Selain pameran produk syariah, juga terdapat beragam acara misalnya talkshow, fashin show, pengenalan berbagai produk, sampai atraksi kesenian. (*)
 

Editor: Masuki M. Astro


Sumber : antarajatim.com