logo.png

Bersua dengan Abdullah Abu Bakar Eks Sales Kartu Kredit yang Jadi Wali Kota


DetikNews
Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Muda dan bersemangat. Begitulah yang terlihat pada diri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Beragam pengalaman kerja pernah dilakukan, termasuk menjadi sales kartu kredit. Apa iya?

Rencana Abu atau Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar, mampir ke kantor detikcom di kawasan Buncit, Jakarta Selatan, setelah mengikuti acara di Istana Negara, sudah sampai ke telinga redaksi sejak siang, Rabu (21/10/2015) lalu. Namun rupanya rombongan Abu terjebak macet. Sekitar pukul 18.20 WIB baru datang.
Foto: Dikhy Sasra

Penampilan Abu sangat simpel. Berkemeja batik warna gelap dan bercelana hitam. Pria 35 tahun itu datang ditemani seorang staf. Lalu dimana anggota rombongan lain? Tidak ada. Ya, Abu memang datang hanya bersama seorang staf.

Justru kami yang bisa disebut rombongan, karena mengerahkan 4 orang, termasuk Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad, sebagai penerima tamu. Setelah saling memperkenalkan diri, orbolan pun mengalir.

"Ya, usia saya 35 tahun. Jadi wakil wali kota di usia 29," kata Abu ketika disinggung soal usia.
Foto: Dikhy Sasra

Di CV sebagai calon wakil wali kota maupun wali kota, Abu menuliskan pengalaman bekerja sebagai marketing freelance credit card (2002-2003) dan terakhir sebagai pengusaha bahan baku produksi. Bagaimana ceritanya bekerja sebagai marketing credit card?

"Oh itu waktu saya masih mahasiswa. Biasa lah, cari tambahan penghasilan. Dulu ya sempat ke perusahaan-perusahaan untuk menawarkan kartu kredit," aku lulusan Akademi Teknik Kulit Yogyakarta dan STIE YKPN Yogyakarta ini.

Abu juga pernah menerima order pemotretan. Itu menjadi cikal bakal berdirinya CV di bidang fotografi yang melayani even pernikahan dan acara hajatan lainnya.

Usai menuntaskan kuliah di Yogyakarta, Abu kembali ke kota lahirannya: Kediri. Di kota dengan luas wilayah hanya 64 kilometer persegi dan penduduk 280 ribu jiwa ini, dia menapaki karier pejabat. Tahun 2008 menjadi wakil wali kota mendampingi Samsul Ashar. Tahun 2014 menjadi wali kota berpasangan dengan Lilik Muhibah.

Abu dan Lilik Muhibah yang diusung PAN dan Gerindra ini memimpin Kediri sejak April 2014 lalu. Selama 1,5 tahun terakhir, dia mulai memompa mentalitas birokrasi hingga menata kota.

"Alhamdulillah sudah dapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tahun ini. Padahal targetnya 2 tahun setelah saya menjabat atau tahun 2016 mendatang," kata Abu.

Abu menjelaskan, sejak menjabat, dirinya berusaha menekan inflasi. Berbagai hal dilakukan. Hasilnya, harga-harga di Kediri sangat terkendali hingga saat ini.

"Mungkin inflasi terendah se-Indonesia, sampai-sampai Pak Jokowi meminta daerah lain belajar ke Kediri," jelas bapak dua anak ini.

Hal-hal mendasar lain yang diselesaikan Abu adalah penataan kota. Program itu diawali dari RT. Jika RT sudah tertata, selanjutnya adalah ruang publik. Abu mengaku sudah mempunyai angan-angan menata Brantas, sungai selebar 100 meter yang membelah kota. Tahun 2016 diharapkan program itu akan berjalan.

"Saya cuma ingin membuat hal yang berguna untuk masyarakat. Tak perlu yang monumental, yang penting bisa dinikmati bersama," kata suami Silviana Veronica ini.
Foto: Dikhy Sasra

Impian Abu memang tidak muluk-muluk. Bahkan terkesan sederhana. Sesederhana kedatangannya ke kantor detikcom yang tak membawa rombongan. Juga sesederhana kepergiannya ke lokasi pelantikan wali kota Kediri 1,5 tahun lalu dengan mengendarai sepeda motor matic dari rumah di Jl dr Soetomo Kota Kediri.

Pada pukul 20.35 WIB, Abu meninggalkan kantor detikcom. Tidak ada seremoni tukar hadiah atau cenderamata. Hanya jabat tangan sebagai penanda perpisahan. Meski tak dikawal, Abu tampak tenang meninggalkan kantor detikcom dan menembus kepadatan lalu lintas Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan hanya ditemani seorang staf.


(try/Hbb)

Sumber : news.detik.com