logo.png

Gratiskan Angkot untuk Siswa Cara Wali Kota Kediri Cegah ABG Naik Motor


 

DetikNews

 

 

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Gratiskan Angkot untuk Siswa, Cara Wali Kota Kediri Cegah ABG Naik MotorFoto: Dok Pemkot Kediri

Jakarta - Jamak terlihat anak berseliweran di jalanan naik motor. Padahal itu dilarang. Bukan soal tidak memiliki SIM, melainkan keselamatan. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar punya cara mengatasinya.

"Soal larangan (anak naik motor) kan sudah umum. Yang perlu dilakukan adalah mencegah atau mengalihkan. Nah, program angkot (angkutan kota) gratis untuk siswa mengarah ke situ," tutur Abu, panggilan Abdullah Abu Bakar, kepada detikcom, akhir pekan lalu.

Sebanyak 46 angkot yang melintasi SD, SMP, dan SMA digratiskan untuk siswa. Tak perlu menunjukkan kartu identitas atau kupon, cukup pakai seragam dan naik di jam masuk atau pulang sekolah. Untuk mahasiswa, agar bisa gratis bisa menunjukkan kartu identitas.

Para sopir angkot sendiri tak keberatan mengangkut siswa dan mahasiswa secara gratis karena mendapatkan subsidi BBM 6 liter per hari. Program ini mulai berlaku Maret 2015 hingga 5 tahun ke depan.

"Berdasarkan evaluasi, saat ini 50 persen penumpang angkot merupakan siswa," kata wali kota yang diusung PAN dan Gerindra ini.

Abu sempat mengecek ke kepolisian. Hasilnya juga memuaskan. Kecelakaan yang disebabkan anak naik motor turun drastis.

Apakah dengan kebijakan itu berarti di Kediri saat ini tidak ada ABG naik motor? "Tetap ada. Tapi jumlahnya berkurang. Kita imbau warga agar tidak membiarkan anaknya naik motor. Peran keluarga sangat penting," tutur pria 35 tahun ini.

Memang sulit 'memberantas' pemotor ABG. Tapi jika tidak ada upaya-upaya membatasi atau mencegah, tentu hal itu sangat mengkhawatirkan. Jelas membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bagaimana kondisi di kota Anda? 
(try/nrl)


Sumber : detik.com