logo.png

Pemkot Kediri akan Denda Pembuang Sampah Sembarangan


ANTARA News Jawa Timur

Minggu, 1 November 2015 12:54 WIB

Pemkot Kediri akan Denda Pembuang Sampah Sembarangan

membersihkan saampah di sungai (sampah )
 
 "Sudah ada perda yang mengatur tentang pengelolaan sampah di Kediri. Nanti 2016 akan direalisasikan," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, akan memberlakukan sanksi atau denda bagi warga yang ketahuan membuang sampah di sembarangan tempat, yang rencana direalisasikan pada 2016.

"Sudah ada perda yang mengatur tentang pengelolaan sampah di Kediri. Nanti 2016 akan direalisasikan," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur di Kediri, Minggu.

Perda tersebut adalah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Kediri, dimana sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan adalah denda berupa uang Rp200 ribu ataupun harus menyapu sejauh 500 meter.

Pihaknya mengatakan, pembuatan perda tersebut merupakan salah satu upaya mencari jalan keluar dari masalah membuang sampah di sembarang tempat. 
Namun, untuk realisasinya nantinya juga melibatkan instansi lain, misalnya melibatkan satpol PP sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Nantinya, warga yang ketahuan membuang sampah di sembarang tempat akan diberi sanksi dan diberi pilihan hukuman. 

Didik juga membuat berbagai terobosan sebagai upaya pengelolaan sampah, misalnya dengan bank sampah. Masyarakat bisa memilah sampah organik dan anorganik yang bisa diolah kembali baik menjadi barang daur ulang ataupun kompos.

Volume sampah yang dihasilkan baik dari rumah tangga maupun industri di Kediri setiap hari cukup besar mencapai 104 ton per hari. Padahal, kapasitas dari tempat pembuangan sampah di Kediri terbatas.

"Kami lakukan gerakan pengolahan sampah dengan bank sampah. Di Kediri sudah ada 95 bank sampah, sehingga dengan pengelolaan itu bisa meningkatkan pendapatan warga," paparnya.

Selain dengan pengelolaan sampah, ia juga terus membuat gerakan agar selokan menjadi bersih, salah satunya dengan pengerukan. Dengan itu, diharapkan tidak terjadi pendangkalan sungai, sehingga saat penghujan bisa menampung air.

Kota Kediri mempunyai tempat pembuangan akhir (TPA) milik pemkot di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, namun, volume sampah di tempat itu sudah melebihi kapasitas, sehingga harus dicari alternatif TPA yang baru.

Pemkot sebenarnya juga sudah mempunyai lokasi baru yang dijadikan sebagai TPA alternatif. Lahan seluas 2,1 hektare sudah disiapkan, sehingga bisa secepatnya digunakan. Lokasi TPA tersebut sama dengan TPA sebelumnya, namun, lokasi itu terletak lebih ke atas, sehingga tidak menumpuk dengan lokasi sebelumnya. 

Walaupun sudah ada TPA alternatif, tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih rendah, sehingga pemerintah membuat aturan tersebut. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com