logo.png

Wali Kota Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Lingkungan


ANTARA News Jawa Timur

Minggu, 1 November 2015 12:33 WIB

Wali Kota Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Lingkungan

Pantau pembersihan sungai (bersihkan sungai )
 
 "Seluruh masyarakat Kota Kediri memiliki kewajiban membersihkan lingkungan yaitu got, saluran air dan sekitarnya, sehingga ketika nanti musim hujan bisa mengurangi dampak banjir," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat peduli pada kebersihan lingkungan dengan kampanye gerakan selokan bersih, sebagai antisipasi bencana banjir.

"Seluruh masyarakat Kota Kediri memiliki kewajiban membersihkan lingkungan yaitu got, saluran air dan sekitarnya, sehingga ketika nanti musim hujan bisa mengurangi dampak banjir," katanya saat meninjau kegiatan pembersihan selokan di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan, gerakan ini memang sengaja dibuat dan dilakukan rutin. Bukan hanya melibatkan petugas dari dinas terkait, tapi juga masyarakat langsung, bersatu gotong royong membersihkan lingkungan.

Ia prihatin masih banyak sampah yang dibuang dengan sengaja di sungai, yang terbukti dengan banyaknya tumpukan sampah setelah pembersihan tersebut. Untuk itu, pihaknya dengan gencar terus melakukan sosialisasi untuk membuang sampah di tempatnya.

"Pemkot memiliki keterbatasan TPU, sungai dan got yang kecil, sehingga jika banyak sampah pasti banjir. Kami harap, semua bersama membersihkan sampah, menciptakan lingkungan yang bersih," ujarnya. 

Kegiatan kampanye gerakan selokan bersih tersebut dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat. Seluruh sampah baik dari got ataupun dari sungai dibersihkan dan diangkut ke TPU.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur mengakui dengan masih banyaknya sampah yang berhasil diambil dari sungai menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya belum baik. 

Selain terus mengingkatkan agar menjaga lingkungan, ia juga terus mencari formula tepat agar masyarakat semakin sadar membuang sampah di tempatnya. Volume sampah yang dihasilkan baik dari rumah tangga maupun industri di Kediri setiap hari cukup besar mencapai 104 ton per hari. 

"Kami lakukan gerakan pengolahan sampah dengan bank sampah. Di Kediri sudah ada 95 bank sampah, sehingga dengan pengelolaan itu bisa meningkatkan pendapatan warga," paparnya.

Ia berharap, gerakan ini ke depan terus berlanjut dan masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, terlebih lagi di sungai, sebagai pencegahan banjir. (*)
     

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com