logo.png

Cegah Kematian Peternak Lele Kediri Beri Asupan Rempah


 Selasa, 03 Nopember 2015 20:56:08
Reporter : Nanang Masyhari

Cegah Kematian, Peternak Lele Kediri Beri Asupan Rempah

Kediri (beritajatim.com) -- Sekelompok pemuda di Kota Kediri, Jawa Timur membudidayakan ikan lele dengan asupan makanan tambahan dari bahan rempah-rempah. Tehnik baru ini selain mampu mengurangi kebutuhan pakan, juga dapat menekan angka kematian pada ikan.

Para pemuda kreatif ini membudidayakan ikan lele sistem probiotik di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Mereka memanfaatkan bahan rempah-rempah alami seperti kunyit dan temulawak.

Caranya cukup sederhana. Bahan rempah kunyit, temulawak dihaluskan dengan mesin blender. Setelah itu rempah-rempah dicampur dengan tetes tebu dan air. 

" Campuran rempah-rempah kita diamankan selama kurang lebih 4 sampai 7 hari. Setelah itu kita campur dengan pakan dari konsentrat. Adonan inilah yang kita berikan kepada ikan," kata Veri Achmad, pemuda peternak ikan lele sistem probiotik, Selasa (03/11/2015)

Pakan yang telah tercampur ramuan probiotik, kata Very, dapat menekan kebutuhan pakan ikan. Selain itu, juga merubah warna air menjadi keruh. Air yang keruh sangat bermanfaat untuk perkembangan ikan lele, karena mampu menekan angka kematian.

" Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal. Ikan bisa memakan ikan lainnya apabila kelaparan. Dengan kondisi air keruh bisa meminimalisir sistem kanibal pada ikan. Sehingga angka kematian bisa kita tekan sampai nol persen," terang Very

Very dan teman-teman pemuda kreatif lainnya memang belum melakukan uji laboratorium mengenai temuannya tersebut. Namun demikian, ramuan tersebut ditemukan berdasarkan uji coba yang panjang.

" Kita pernah mencoba menekan kebutuhan pakan dengan makanan tambahan dari ketela, dan umbi-umbian lainnya. Tetapi tidak berhasil. Kebutuhan pakan tetap tinggi dan tidak sebanding dengan harga jual ikan," imbuh Very.

Masih kata Very, dengan sistem budidaya probiotik mampu meraup keuntungan yang lumayan. Setiap 1.000 ekor ikan lele dengan biaya produksi Rp 1,2 juta, mampu menghasilkan ikan hingga 1 kwintal. Sementara untungnya bisa mencapai Rp 300-500 ribu.

Veri menambahkan, beberapa hari terakhir budidaya ikan lele terganggu dengan isu lele mengandung sel kanker. Dia memaklumi hal tersebut karena ada sebagian peternak nakal yang berlaku buruk dalam upaya menekan kebutuhan pakan.

" Mereka ada yang memberi makan ikan lele dengan kotoran, bangka ayam dan jenis lainnya. Jadi tidak salah apabila ada isu mengenai lele mengandung bakteri. Yang pasti untuk harga jual lele di pasaran saat ini cukup baik," ucap Very

Harga ikan lele di pasar kini menembus angka Rp 20 ribu per kilogram. Sementara konsumsi ikan air tawar ini juga relatif tinggi. Ikan lele hasil produksi peternak di Kediri umumnya dijual ke wilayah ke Kediri bahkan ke luar daerah. 

Very dan teman-temannya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait mengeluarkan rekomendasi dan melakukan uji laboratorium mengenai hasil temuan mereka. Para pemuda kreatif ini yakin apabila ramuan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan produksi ikan lele di Kediri. (nng/ted)


Sumber : beritajatim.com