logo.png

Wali Kota Ajak Masyarakat Dialog Perbaikan Kediri


ANTARA News Jawa Timur

Kamis, 5 November 2015 19:52 WIB
 
 "Kegiatan kopi tahu ini dilakukan secara berkeliling di setiap kelurahan. Kami berupaya menjadikan Kediri lebih baik, untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat untuk memajukan kota setempat agar menjadi lebih baik, yang dibingkai dengan kegiatan "kopi tahu Mas Abu" bincang ringan masa depan.

"Kegiatan kopi tahu ini dilakukan secara berkeliling di setiap kelurahan. Kami berupaya menjadikan Kediri lebih baik, untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat," kata Wali Kota Kediri Abdullah di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, APBD Kota Kediri adalah dari rakyat, dan sepenuhnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Untuk itu, pihaknya sengaja mengadakan acara pertemuan dengan warga ini, untuk mengetahui langsung berbagai macam masalah serta keberhasilan program di masyarakat.

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah mengatakan berbagai program untuk masyarakat diprioritaskan di Kota Kediri. Ia pun juga menegaskan, dengan program berbincang langsung dengan masyarakat, segala rencana dan niat akan bisa ditangani dengan baik.

"Yakin, dengan bersama niat yang baik, nantinya bisa ditangani segala masalah," ujarnya.

Salah satu kegiatan kopi tahu itu diselenggarakan di rumah warga, Kelurahan Rekomulyo, Kota Kediri, pada Rabu (4/11) malam. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh warga baik laki-laki maupun perempuan yang tinggal di daerah tersebut.

Dalam acara itu, selain dihadiri Wali Kota serta Wakil Wali Kota Kediri, juga seluruh jajaran kepala satuan kerja. Mereka mendampingi kepala daerah, guna memberikan penjelasan pada warga terkait berbagai masalah, program, serta solusinya.

Warga pun antusias mengutarakan berbagai keinginan serta masalah, misalnya terkait dengan bank sampah. Warga sangat tertarik dengan bank sampah, karena bisa menjadi salah satu alternatif pendapatan. Selain terdapat unsur ekonomi, sampah-sampah itu juga bisa diubah menjadi pupuk kompos. Namun, warga terkendala dengan masih minimnya angkutan untuk mengangkut sampah. 

"Kami berharap ada bantuan alat transportasi," kata Agus, salah seorang warga.

Keluhan itu juga langsung mendapatkan tanggapan positif dari Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanana Kota Kediri Didik Catur, yang menegaskan pemerintah bisa memberikan bantuan untuk pengelolaan bank sampah. 

"Kami ada program untuk pengadaan bank sampah, jadi nanti bisa dibicarakan," kata Didik Catur.

Selain menanggapi berbagai keluhan serta keinginan warga, pemkot pun juga melakukan sosialisasi, salah satunya program pemberian santunan kematian. Jika sebelumnya, warga miskin yang terdapat anggota keluarganya meninggal bisa mengajukan santunan ke pemkot dan mendapatkan dana Rp500 ribu, namun saat ini sudah berubah.

"Ada kenaikan santunan dari semula Rp500 ribu menjadi Rp2 juta untuk warga miskin yang anggota keluarganya meninggal dunia. Syaratnya juga mudah, surat kematian dan kartu keluarga," ujar Kepala Disnakertrans Kota Kediri Dewi Sartika. 

Acara pertemuan dengan jajaran pemerintah kota dan warga yang dikemas dalam bincang santai ini digelar rutin. Sampai saat ini, sudah sekitar 10 kali kegiatan itu dilakukan dan masyarakat menanggapinya dengan positif. (*)
     

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com