logo.png

Ratusan Peserta Ikuti Senam Perwosi di Kediri


ANTARA News Jawa Timur

Ratusan Peserta Ikuti Senam Perwosi di Kediri
senam perwosi (senam )
 
 Musiknya ringan dan gerakannya juga ringan. Untuk ibu-ibu 50 tahun ke atas mudah mengikutinya.
 

Kediri (Antara Jatim) - Ratusan peserta yang terdiri dari ibu-ibu antusias mengikuti senam rekreasi perwosi dua yang diselenggarakan oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) di Balai Kota Kediri, Minggu. 

Dalam kegiatan senam itu, diikuti oleh Ketua Pengurus Provinsi Perwosi Jatim yang juga istri Wakil Gubernur Jatim Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Pengurus Kota Perwosi Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, serta istri para pejabat di Kediri. Mereka juga dengan semangat mengikuti gerakan yang dipimpin instruktur senam. 

Ketua Pengurus Kota Perwosi Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan kegiatan senam ini agenda yang sangat baik. Senam ini rutin dilakukan setiap satu pekan sekali, pada Minggu, bersamaan dengan kegiatan "car free day" di Jalan Doho Kediri.

"Kami adakan setiap hari Minggu di 'car free day', dan dari kami juga ada instrukturnya. Selain senam rekreasi perwosi juga ada senam jantung," katanya.

Ia mengatakan antusias para peserta senam sangat tinggi, hal itu dibuktikan ketika kegiatan itu berlangsung selalu ramai diikuti para peserta. Mereka mayoritas sudah ibu-ibu dengan usia mayoritas di atas 50 tahun.

"Musiknya ringan dan gerakannya juga ringan. Untuk ibu-ibu 50 tahun ke atas mudah mengikutinya," papar istri dari Wali Kota Kediri ini. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Perwosi Jawa Timur Fatma Saifullah Yusuf mengatakan saat ini memang gencar melakukan sosialisasi gerakan senam rekreasi perwosi dua. Senam itu ditujukan dengan harapan agar para wanita serta anak-anak mencintai olahraga. 

"Kami sosialisasikan senam rekreasi perwosi dua. Visi kami menggerakkan wanita dan anak anak cinta olahraga," katanya saat mengikuti kegiatan senam rekreasi perwosi dua di Kediri tersebut. 

Ia mengatakan senam perwosi dua ini diciptakan instruktur senam dari Surabaya, serta instruktur kiriman dari kabupaten dan kota di Jatim. Mereka membuat berbagai macam gerakan senam. Selain gerakan, dalam menciptakan senam ini juga tidak meninggalkan unsur daerah, dengan tetap memasukkan lagu khas daerah misalnya "rek ayo rek", "tanjung perak tepi laut", dan sejumlah lagu daerah lainnya.

"Dalam menciptakan gerak, sebagian pengurus juga mencoba. Jika kami tidak bisa mengikuti, diganti dengan gerakan baru. Harapan kami, semua bisa mengikuti gerakan senam ini," harapnya.

Ia juga menambahkan, perwosi juga terus melakukan sosialisasi gerakan senam ini dengan cara senam bersama langsung dengan masyarakat berkeliling di Jatim. Sebelumnya, hal serupa seperti di Kediri sudah pernah dilakukan di Kabupaten Lamongan, Jombang, serta Kota Batu. (*)

Editor: Masuki M. Astro


Sumber : antarajatim.com