logo.png

Puluhan Pedagang Mojoroto Kediri Direlokasi ke Jalan


Reporter : Nanang Masyhari

Puluhan Pedagang Mojoroto Kediri Direlokasi ke Jalan

Kediri (beritajatim.com) -- Puluhan pedagang Pasar Tradisional Mojoroto, Kota Kediri telah direlokasi ke jalan raya. Mereka terpaksa berjualan di bahu jalan karena pasar yang selama ini ditempati sedang dibangun.

Menurut Kepala Kelurahan Mojoroto, Basuki, tidak ada tempat representatif yang dapat dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan, selain jalan raya. Para pedagang masih dapat berjualan dan lokasinya mudah dijangkau.

" Relokasi ini sifatnya sementara. Setelah pembangunan pasar selesai, mereka akan dipindah kembali ke pasar. Kami menyadari bahwa lokasi pedagang saat ini berada di jalan raya, tetapi masih aman," kata Basuki, Senin (09/11/2015)

Sedikitnya ada 20 orang pedagang yang terpaksa berjualan di jalan tersebut. Mereka mengaku, pemerintah daerah tidak memberikan dana kompensasi untuk pindah tempat tersebut. Sebagian pedagang ada yang menanyakan dana relokasi. Namun sebagian lainnya mengaku, sudah sangat bersyukur tetap bisa berjualan.

Menurut Basuki, pemerintah daerah khususnya Disperindagtamben lebih arif dalam menata pedagang. Meskipun tidak ada dana relokasi, seharusnya Disperindag bisa memikirkan dana untuk biaya perpindahan.

" Sebagai pihak yang kesempatan, akhirnya saya harus memikirkan pedagang. Mereka kita tata disana. Saya harus merogoh kocek sendiri. Ada 10 orang yang saya pekerjakan untuk memindah lapak pedagang. Sedangkan Disperindag tidak memikirkan ini," imbuh Basuki sambil menggerutu.

Terpisah, Kepala Disperindatamben Kota Kediri Yetti S mengaku, revitalisasi Pasar Mojoroto dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Sesuai petunjuk pelaksanaan maupun petunjuk teknisnya, tidak ada pos anggaran untuk relokasi.

" Tidak ada dana relokasi. Yang ada dana pembangunan fisiknya. Saya tidak berani main-main, apalagi dana yang dipergunakan adalah DAK. Semua inikan untuk kepentingan masyarakat. Jika pasarnya sudah selesai dibangun, masyarakat dapat memanfaatkanya," kata Yetti di kantornya.

Yetti menampik anggapan bahwa pembangunan dilaksanakan secara slintutan alias tidak transparan. Menurutnya, ia sangat terbuka dalam penggunaan anggaran. Laporan penggunaan anggaran dilakukan setiap hari dengan sistem online via internet.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Mojoroto dilaksanakan sejak dua bulan terakhir dan ditargetkan selesai akhir tahun. Puluhan pedagang direlokasi ke jalan dan satu unit bangunan rumah warga miskin harus digusur. Proyek didanai anggaran DAK sebesar Rp 600 juta.

Selain Pasar Mojoroto, program revitalisasi pasar yang dilaksanakan Disperindagtamben juga dilakukan pada Pasar Pesantren. Anggaran proyek tersebut lebih besar yaitu, Rp 900 juta. (nng/ted)


Sumber : beritajatim.com