logo.png

Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Membatik


Senin, 9 November 2015 16:36 WIB
Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Membatik
Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah memberikan alat untuk membatik pada salah seorang peserta pelatihan, Senin (9/11). (pelatihan )
 
"Ibu-ibu rumah tangga kini bisa membantu perekonomian keluarga, sehingga taraf ekonomi warga Kota Kediri juga meningkat. Lebih-lebih bisa menciptakan sentra batik di daerahnya,"
 

Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar pelatihan membatik sebagai upaya menyiapkan diri menyongsong datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada akhir tahun 2015.

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Senin mengemukakan kegiatan pelatihan ini sangat membantu, terutama untuk ibu-ibu. Mereka bisa berkreasi membuat batik tulis, serta membantu ekonomi keluarga.

"Ibu-ibu rumah tangga kini bisa membantu perekonomian keluarga, sehingga taraf ekonomi warga Kota Kediri juga meningkat. Lebih-lebih bisa menciptakan sentra batik di daerahnya," katanya kepada wartawan.

Ia mengatakan, membuat pelatihan itu sebagai salah satu upaya menjadikan ibu-ibu lebih mandiri. Mereka bisa memanfaatkan waktu luang, dengan membuat kerajinan kain batik. Terlebih lagi, menjelang MEA yang segera diterapkan, semua ibu harus kreatif dan mandiri.

Ia berharap, dengan kegiatan pelatihan ini ke depannya para peserta bisa membuat kerajinan batik tulis sendiri. Pelatihan itu juga dilakukan tidak hanya teori, tapi juga praktik.

"Untuk itu,  mari bersama-sama kita manfaatkan waktu sebaik mungkin dengan kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan," sambung Ning Lik.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kristanto mengatakan kegiatan pelatihan membatik ini diikuti oleh 60 ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari Kelurahan Rejomulyo, Semampir, Banjaran, Mrican, dan Campurejo. Mereka belajar membuat gambar serta mencanting.  

"Sebenarnya membatik ini tidak sulit asal ada niat. Ada warga yang awalnya tidak bisa, tetapi sekarang sudah handal. Bahkan sudah ada ibu yang bisa memproduksi sendiri,"  ujar Kristanto.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan pelatihan ini tidak sebatas membuat batik tulis. Pemerintah kota juga akan berupaya memasarkan produk batik buatan ibu-ibu rumah tangga di Kota Kediri.

"Kami akan memberikan akses untuk memasarkan produk batik tulis ini dengan sering mengadakan bazar, pameran, dan lain-lain,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan membatik tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari sebuah sentral batik di Jombang. Pelatihan itu terbagi menjadi tiga angkatan yakni angkatan pertama pada tanggal 9 November 2015 di Kelurahan Rejomulyo, angkatan kedua pada tanggal 17 November 2015 di Kelurahan Semampir, dan angkatan ketiga pada tanggal 24 November di Kelurahan Mrican. (*)

 

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com