logo.png

KKP Kota Kediri: Perhatikan Kebersihan dan Gizi Makanan


ANTARA News Jawa Timur

Kamis, 12 November 2015 20:04 WIB
KKP Kota Kediri: Perhatikan Kebersihan dan Gizi Makanan
Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kota Kediri,Sabila Rasjad setelah acara rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Kota Kediri di balai kota setempat, Kamis (12/11). (Foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami memberikan masukan pada industri agar menjaga kebersihan maupun gizi. Saat ini sudah masuk menjelang MEA, sehingga produk mereka pun harus bisa bersaing dengan produk lain," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kota Kediri, Jawa Timur, Sabila Rasjad menegaskan aspek kebersihan dan gizi pada makanan, terutama pada industri harus diperhatikan, sehingga kualitas produk pun terjamin. 

"Kami memberikan masukan pada industri agar menjaga kebersihan maupun gizi. Saat ini sudah masuk menjelang MEA, sehingga produk mereka pun harus bisa bersaing dengan produk lain," katanya ditemui dalam rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Kota Kediri di balai kota setempat, Kamis.

Ia mengatakan, KKP dengan lembaga terkait juga pernah mengadakan penelitian tentang makanan yang dijual oleh para pedagang di Kota Kediri. Sejumlah makanan memang diketahui mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil. namun di Kota Kediri untuk industri masih belum ditemukan.

Ia selalu meminta para pedagang untuk melakukan berbagai macam inovasi, namun tidak mengesampingkan sisi kebersihan dan kesehatan makanan. Sebab, dengan makanan yang sehat, konsumen juga lebih nyaman untuk mengonsumsinya.  

Sementara itu, Direktur Utama Akademi Gizi Surabaya Andrianto mengatakan yang menjadi persoalan di Indonesia, termasuk Kediri adalah status gizi kurang untuk anak sekolah. Jika gizi kurang, secara fisik tidak dapat tumbuh normal, termasuk obesitas.

Menurut dia, banyak produk makanan yang cenderung tidak sehat, salah satunya mengandung pemanis buatan. Padahal, kandungan itu bisa merusak kesehatan tubuh, kendati butuh proses atau tidak sekaligus. 

Ia sangat berharap, orangtua anak, maupun pengelola kantin di sekolah bisa menyediakan makanan yang sehat dan berkualitas, walaupun dengan makanan sederhana, yaitu ada karbohidrat baik nasi ataupun mi, namun ditambahi dengan sayur, lauk, serta buah-buahan.

Ia juga mengatakan, tingkat kecerdasan anak juga dipengaruh dari makanan yang dikonsumsinya. Jika makanan tersebut tidak sehat, bisa menurunkan tingkat kecerdasannya.

"Kreativitas makanan sangat diperlukan. Di rumah, ibunya mampu menyediakan makanan yang sehat yang tidak kalah rasa dengan makanan yang dijual, sehingga anak tidak berkesempatan membeli jajan," ujar pria yang juga Ketua Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) tersebut.

Ia juga meminta guru pun ikut mengawasi makanan yang dijual, salah satunya dengan memantau makanan yang djual di kantin, agar benar-benar sehat dan bersih. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com