logo.png

Gerebeg 7.000 Pecel Tumpang Gratis Digelar Pemkot Kediri


DetikNews

Andhika Dwi - detikNews

Kediri - Untuk melestarikan dan mengenalkan pecel tumpang kepada masyarakat dan wisatawan, Pemkot Kediri menggelar Grebeg Pecel Tumpang. Yakni, makanan khas tradisional asli Kota Kediri yang berisi kacang sayur, tempe dengan bumbu-bumbu racikan rempah asli dari Kediri.

Acara yang digelar, Jumat (13/11/2015) malam di Lapangan Bujel, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, diikuti hampir 10 ribu orang. Baik dari warga Kota Kediri dari luar kota.

Tak hanya mengenalkan kuliner Pecel Tumpang, Pemkot Kediri, melalui Abdullah Abu Bakar, sang walikota bersama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, mengemas acara tersebut dengan cara yang sangat sederhana namun meriah dan penuh keakraban dan dekat dengan masyarakat. Dengan cara menikmati santap malam pecel tumpang gratis 7.000 pincuk.

"Pecel tumpang merupakan makanan khas tradisional asli Kediri, sejak zaman dahulu. Bahkan Jalan Dhoho selalu ramai penikmat kuliner pecel tumpang saat malam karena pecel tumpang Kota Kediri berbeda dengan tempat lain." kata Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar kepada detikcom, Jumat (13/11/2015).

Mas Abu juga berharap melalui acara semacam ini mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kota Kediri. Sehingga Kota Kediri lebih dikenal dan maju bersma dengan kesejahteraan masyarakatnya.

"Semoga kegiatan ini mampu menggerakkan roda perekonomian Kota Kediri dengan mengangkat ekonomi kreatif," imbuh Mas Abu.

Hal senada diutarakan oleh Fony Pradistya, warga Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Dirinya sangat menyukai kuliner pecel tumpang, dirinya berharap dengan acara-acara semacam ini, pecel tumpang lebih dikenal di Indonesia.

"semoga acara semacam ini lebih sering digelar, apalagi gratis mas, warga senang, penjual pecel tumpang juga sejahtera," ucap Fony.

Dalam acara ini, juga digelar lomba memasak pecel tumpang. Juara 1 diraih  Kelurahan Bujel, juara 2 diraih Kelurahan Tamanan. Sementara juara 3 dan 4 diraih Kelurahan Gayam dan Kelurahan Ngampel Kota Kediri.


 


Sumber : detik.com