logo.png

Pemkot Kediri Mulai Salurkan 48.834 Kartu Indonesia Sehat


Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menyalurkan sebanyak 48.834 Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk masyarakat Kota Kediri.

Sejak diluncurkan, pada 3 November 2014 lalu, KIS sebagai salah satu program unggulan dalam Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pembagian KIS kepada masyarakat dilaksanakan Pemkot bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Pembagian tersebut berlansung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri. Selain pendistribusian KIS, acara tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi.

"BPJS bertugas untuk mencetak kartu dan melakukan pendistribusikan, juga melakukan koordinasi melalui Pemda setempat. Sebelumnya, kami telah melakukan pendataan yang diterima dari kementrian sosial," ujar Hernina, selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota  Kediri, Jumat (13/11/2015)

Peluncuran KIS semakin menghadirkan Negara dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, sekaligus sebagai bagian dari penguatan sendi-sendi perekonomian bangsa. Melalui kehadiran KIS, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara komperhensif di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan ketentuan dan mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis.

Farida mengatakan, nantinya Pemkot melalui camat serta lurah akan melanjutkan distribusi KIS hingga sampai ke pemegang kartu tersebut yaitu (masyarakat). Pendistribusian kartu KIS kali ini memenuhi tiga Kecamatan yang ada di Kota Kediri.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah warga Kecamatan Pesantren mendapatkan jatah sebanyak 16.944 kartu. Sementara itu, untuk warga Kecamatan Kota mendapatkan jatah 14.144 kartu dan untuk kecamatan Mojoroto mendapatkan jatah 17.696 kartu.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Sentot Imam Suprapto, MM, berharap agar masyarakat lebih mengenal program jaminan kesehatan yang tentunya akan membawa masyarakat pada taraf hidup yang layak. “ Keberadaan Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan (BPJS) membawa pengaruh positif bagi masyarakat,” kata Sentot.

Secara keseluruhan KIS diterbitkan oleh BPJS Kesehatan dan jenis kepesertaannya terbagi menjadi 2 kelompok: Pertama, Kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri (mandiri), ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya (segmen buruh atau pekerja); Kedua, Kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah (segmen Penerima Bantuan iuran atau PBI).

Sementara itu, dalam acara tersebut tampak hadir Kepala Dinsosnaker Ir. Dewi Sartika, MM, Kepala Dispendukcapil Dra. Ida Indriyati, MM, Camat, serta Lurah se Kota Kediri.


Sumber : beritajatim.com