logo.png

Dinas Pertamanan Kediri Akan Lakukan Penanaman Kembali


Dinas Pertamanan Kediri Akan Lakukan Penanaman Kembali

Salah satu yang dikeluhkan warga sekitar proyek pengerjaan drainase adalah penebangan pohon penghijauan kota

KEDIRI (BM) - Proyek perbaikan drainase atau gorong-gorong yang sudah dilakukan Pemkot Kediri selama beberapa pekan ini malah tak membuat manfaat. Malahan, sejumlah warga resah dan mengeluhkan proyek untuk mencegah banjir itu.
 
Salah satunya, menumpuknya material atau bahan yang dipakai dibiarkan teronggok di pinggir jalan. Rekanan yang mengerjakan proyek itu tak memerhatikan jika bahan-bahan yang tak ditempatkan di tempat semestinya itu malah membahayakan masyarakat. 
 
Belum lagi, polusi debu yang ditimbulkan membuat warga khususnya yang dekat dengan pengerjaan gorong-gorong tersebut banyak yang mengeluhkan. Selain itu, dampak dari proyek drainase itu juga membuat areal penghijauan berkurang.
 
Karena rekanan yang mengerjakan proyek itu seenaknyamenebang dan merobohkan sejumlah pohon dipinggir jalan raya. Berdasarkan data yang dihimpun Berita Metro, terhitung ada 50 pohon yang dikorbankan. Sementara itu, Kabid Pertamanan Kota Kediri Rony Yusianto mengakui akibat perbaikan proyek drainase tersebut mengakibatkan penghijauan di Kota Kediri sedikit berkurang.
 
Untuk itu, pihaknya akan bertanggung jawab untuk melakukan antisipasi penanaman kembali. “Kami mengakui, dampak dari proyek drainase membawa dampak negatif dengan berkurangnya penghijauan di Kediri yang harus merelakan sekitar 50 pohon tumbang akibat dampak proyek perbaikan saluran air ini “ kata Roni, Kamis (13/11).
 
Lebih  jauh, Robi mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak berkenan mencari pembenaran perihal proyek perbaikan drainase yang penangananya ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Karena, dari serangkaian tumbangnya pohon itu pemkot sudah memikirkan alokasi anggaran yang terangkum dalam APBD 2015.
 
Di samping itu, kata Robi pihaknya hanya meminta peran serta masyarakat dalam melakukan pemeliharaan terhadap tanaman baru sebagai pengganti  pohon yang tumbang akibat proyek  drainase. 
 
“Kami hanya mengimbau agar masyarakat lebih peduli melakukan pemeliharaan bibit pohon. Karena, berdasarkan pengalaman kami bibit pohon selalu dicabut usai ditanami,” pungkasnya.
 
Sekadar diketahui, sejumlah pohon tumbang akibat adanya perbaikan drainase yang ada di sejumlah titik pinggir jalan raya wilayah Kota Kediri. Di antaranya, Jalan Brawijaya, Jalan Semeru, Jalan Agus Salim dan Jalan Wachid Hasyim serta Jalan Monginsidi. (bud/nov)

Sumber : beritametro.com