logo.png

Produksi Padi di Kediri Naik


ANTARA News Jawa Timur

Produksi Padi di Kediri Naik
Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri Semeru Singgih. (Foto Asmaul Chusna)
 
 "Produksi pertanian ada kenaikan. Kami galakkan strategi pertanian agar produksi juga lebih baik," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Produksi padi petani di Kota Kediri, Jawa Timur, pada 2015 ini 
mengalami kenaikan 1.500 ton, dari produksi tahun sebelumnya 11 ribu 
ton, menjadi 12.500 ton.

"Produksi pertanian ada kenaikan. Kami galakkan strategi pertanian 
agar produksi juga lebih baik," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri 
Semeru Singgih di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan strategi yang dilakukan dengan mengubah sistem tanam,
yaitu dengan menggunakan sistem "jajar legowo". Sistem ini meningkatkan
populasi tanaman yaitu cara cara mengatur jarak tanam atau rekayasa 
teknik tanam padi. 

Hasil dari sistem tersebut terbukti cukup bagus, dimana produksi 
padi bisa meningkat menjadi 9 ton per hektare dari sebelumnya hanya 
sekitar 6,4 ton per hektare.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan sistem ini juga cukup tepat 
digunakan sebab di Kota Kediri lahan sudah terbatas. Luas lahan di kota 
ini hanya 2.000 hektare, di mana 1.900 hektare di antaranya ditanami 
padi. 

Luas lahan itu sudah maksimal dan sudah sulit untuk diperluas. 
Bahkan yang ada saat ini, sejumlah lahan sekarang sudah beralih fungsi 
menjadi berbagai bangunan, sehingga dimungkinkan menjadi lebih sempit 
lagi.

Pemerintah saat ini giat melakukan sosialisasi terkait dengan pola 
tanam jajar legowo tersebut. Selain itu, pemerintah juga memberikan 
dampingan cara pengolahan tanaman yang baik, proses pemupukan, sampai 
pemberian bantuan alat-alat pertanian.

"Harapan kami sistem ini bisa berkembang ke kelompok tani lain. 
Kami juga beri bantuan peralatan, traktor, benih, dan bantuan ini jelas 
bermanfaat," ujarnya.

Ia juga mengatakan, sebenarnya kebutuhan untuk bahan pokok di Kota 
Kediri masih belum mencukupi dengan stok yang diproduksi tersebut. 
Produk pertanian sebagai bahan baku pangan utama masih berupa padi dan 
jagung, namun masih kurang.

"Di Kediri ini produksi bahan pokok hanya mencukupi 30 persen dari 
jumlah penduduk. Namun, dari sisi ketersediaan bahan pangan melimpah, 
karena dipasok dari kabupaten lain," ujarnya. (*)

Editor: Endang Sukarelawati


Sumber : antarajatim.com