logo.png

Wali Kota Kediri: Pertandingan U-15 Guna Mencari Bibit Berprestasi


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri: Pertandingan U-15 Guna Mencari Bibit Berprestasi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan penghargaan pada salah satu pemenang pertandingan Piala Wali Kota Kediri 2015 di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (15/11) malam. (Foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami mencari atlet yang disiapkan dan harapannya bibit di Kediri ini bisa digunakan seluruh pihak di Indonesia dan luar negeri," 
 

Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pertandingan sepak bola U-15 Piala Wali Kota Kediri 2015 ini sengaja dilakukan guna mencari bibit atlet berprestasi.

"Kami mencari atlet yang disiapkan dan harapannya bibit di Kediri ini bisa digunakan seluruh pihak di Indonesia dan luar negeri," katanya setelah final pertandingan sepak bola tersebut di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Minggu malam.

 Ia mengatakan, pertandingan sepak bola U-15 ini sebagai langkah awal mencari bibit unggul dan berprestasi di bidang sepak bola. Atlet dari Kediri disiapkan untuk berbagai kompetisi, misalnya pertandingan di pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim ataupun kompetisi lainnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan penjaringan akan terus dilakukan dan menjadi agenda tahunan oleh dinas terkait, Disbudparpora Kota Kediri.

Ia yakin, banyak atlet muda berprestasi, yang sebelumnya belum tampil, dengan pertandingan yang digelar dalam piala Wali Kota itu muncul.

"Penjaringan secara dini terus dilakukan dan agenda ini menjadi agenda tahunan. Dari sini bisa dilihat bibit muda sepak bola. Jika berbakat nanti bisa sampai ke PON," ujarnya.

Tentang Persik, ia mengatakan pemerintah tentu mendukung sepenuhnya keberadaan tim sepak bola profesional dari Kediri ini. Dengan pertandingan ini, para atlet ini juga diharapkan bisa mengembangkan Persik.

Namun, ia mengatakan pemerintah tidak bisa membantu secara keuangan untuk Persik Kediri, sebab klub sepak bola ini sudah profesional dan menjadi PT. Sesuai dengan aturan, pemerintah pun tidak bisa memberikan APBD untuk klub olahraga.

 "Untuk Persik, pemkot tetap memberikan dukungan, tapi bukan finansial karena tidak boleh. Bentuk dukungannya penggunaan stadion, mes pemain, berbagai alat maupun ambulans kesehatan, itu yang bisa," jelas Wali Kota.

Ia berharap, Persik Kediri bangkit, sebab sampai saat ini masih belum ada keputusan dari manajemen Persik terkait dengan kompetisi maupun pertandingan yang diikutinya.

Sementara itu dalam pertandingan U-15, untuk final mempertemukan tim dari SMPN 3 Kota Kediri dengan SSB Putra Indonesia lewat adu penalti dengan skor 5-4.  Sementara, juara ketiga diraih oleh SSB PG Pesantren Baru, serta juara empat adalah SSB Pelumas FC.

Kegiatan ini diikuti oleh 16 klub, delapan di antaranya adalah sekolah sepak bola (SSB) di Kota Kediri, sementara sisanya adalah mereka dari klub sepak bola SMP di Kota Kediri.

Mereka bertanding di Stadion Brawijaya, Kediri, sejak 1 November dan final pada 15 November 2015. Untuk para pemenang, selain mendapatkan piala penghargaan juga mendapatkan sejumlah uang pembinaan. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


Sumber : antarajatim.com