logo.png

Wali Kota Kediri Minta waspadai Angin Kencang


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Minta waspadai Angin Kencang
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kaus hijau) memberikan bantuan pada warga yang tertimpa bencana angin kencang di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (22/11). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Cuaca berangin ini sudah diprediksi dari BMKG, namun kami tidak memprediksi bisa separah ini," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta masyarakat serta pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras yang disertai angin kencang, agar terhindar dari kecelakaan.
 
"Cuaca berangin ini sudah diprediksi dari BMKG, namun kami tidak memprediksi bisa separah ini," kata Wali Kota setelah menyerahkan bantuan pada warga yang rumahnya rusak akibat terpaan angin kencang di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu.
 
Ia mengatakan, dari laporan yang masuk terdapat sekitar delapan rumah yang rusak, dimana dua di antaranya rusak berat sementara lainnya sedang. Selain itu, Gedung Olahraga (GOR) Joyoboyo, Kota Kediri juga rusak, atapnya banyak yang tersingkap, juga sarana olahraga "wall climbing" yang ambruk mengenai tiga kendaraan yang sedang diparkir.
 
Ia menegaskan, pemerintah kota ikut bertanggungjawab dengan memberikan bantuan pada warga yang menjadi korban angin kencang tersebut. Warga yang rumahnya rusak mendapatkan bantuan berupa alat masak, makanan jadi, selimut, serta berbagai obat-obatan.
 
Walaupun beberapa di antaranya ada yang mengalami rusak parah, ia mengatakan warga tidak sampai mengungsi ke kelurahan. Mereka untuk sementara tinggal ke rumah keluarga ataupun ke rumah tetangga yang berdekatan, sampai rumah mereka diperbaiki kembali.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah juga sudah melakukan berbagai antisipasi terjadinya pohon tumpang di antaranya dengan memangkas dahan pohon yang besar. Hal itu sebagai upaya mencegah terjadinya korban akibat kejatuhan pohon yang terjadi saat angin kencang.
 
"Pohon tumbang langsung dipangkas dan sebenarnya kami sudah memangkas sebelum musimnya," jelasnya. 
 
Sementara itu, Ponidin, salah seorang warga yang rumahnya rusak mengatakan musibah itu terjadi pada Sabtu (21/11) petang saat hujan yang disertai dengan angin kencang terjadi. Ia dengan keluarga saat itu sedang di dalam rumah. Saat angin kencang tiba-tiba atap rumahnya berjatuhan, dan ia pun mengajak serta keluarga untuk menyingkir.
 
"Kemarin saat hujan deras dan atap berjatuhan. Beruntung tidak ada yang terluka," katanya.
 
Hal yang sama diungkapkan oleh Supatmi, warga yang menjadi korban angin kencang lainnya. Saat itu, ia bersama dengan suami di dalam rumah. Saat hendak istirahat, tiba-tiba angin kencang datang dan langsung menerbangkan atap rumahnya yang terbuat dari esbes.
 
"Saya dengan suami langsung mengungsi ke rumah anak, karena atapnya terbang dibawa angin," ujarnya.
 
Saat ini, warga dengan perangkat kelurahan dan petugas BPBD Kota Kediri masih memabantu warga yang rumahnya rusak akibat terjangan angin kencang itu. Warga berharap, nantinya pemerintah kota memberikan bantuan berupa material untuk membenahi rumah mereka yang rusak. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com