logo.png

Walikota Kediri Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung


Reporter : Nanang Masyhari

Kediri (beritatim.com)--Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengunjungi rumah para korban bencana angin puting beliung di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kediri, Minggu (22/11/2015). 

Dalam kunjungannya, Walikota memberikan bantuan untuk para korban bencana. Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar datang ke rumah para korban bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. 

Rumah yang pertama kali dikunjungi milik Ponidin. Rumah yang berada di sebelah Gapura Betet itu rusak berat akibat diterjang angin puting beliung, pada Sabtu (21/11/2015) kemarin.

Mas Abu menemui pemilik rumah dan masuk ke dalam rumah untuk melihat kerusakan bangunan. Setelah itu, Mas Abu menyerahkan berbagai macam bantuan yang dibawa oleh BPBD. 

Bantuan yang diterima oleh korban dengan harapan dapat segera dipergunakan. Menurut Ponidin, selaku pemilik rumah, angin puting beliung menyapu rumahnya sewaktu ia masih berada di tempat kerjaan. Saat itu, hujan deras turun mengguyur wilayah Kediri dan sekitarnya. Istri dan anak Ponidin sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba angin berputar menerjang rumahnya.

"Kerusakan rumah saya ini paling parah di antara rumah tetangga. Atap rumah menyelingkap dan gentingnya rontok,” kata Ponidin. 

Karena bangunan rumahnya rusak, mereka terpaksa tidur di ruang tamu. Ponidin mengaku, sangat bersyukur mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui bantuan yang disalurkan.

Setelah dari rumah Ponidin, rombongan Walikota kemudian menuju ke rumah Suparmi dan Patmi yang masih berada di Kelurahan Betet. Kedua rumah menghadap ke lahan persawahan ini juga mengalami kerusakan berat akibat ‘dihajar’ angin puting beliung. Walikota kemudian menyerahkan bantuan yang sama kepada kedua korban.

“Bencana angin puting beliung yang terjadi Kota Kediri ini melanda dua wilayah kelurahan yaitu Betet dan Pakunden. Cuaca ini sebenarnya sudah diprediksi dari BMKG. Namun, dampaknya separah ini tidak bisa kita prediksi. Seperti Wall Clambing dan GOR Jayabaya itu sudah terprediksi. Bahkan, masyarakat di sekitar Wall Clambing itu sudah kita ingatkan agar tidak menaruh kedaraannya di situ. Ini adalah force major dan kita akan bertanggung jawab agar masyarakat yang terkenda dampak bencana tidak jatuh miskin,” tegas Mas Abu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Nurkholis Samsul Bahri mengatakan, dampak bencana angin puting beliung telah merusak sedikitnya tujuh rumah di Kelurahan Betet, satu rumah di Kelurahan Pakunden, dan satu rumah di Kelurahan Banjarmlati. Selain rumah, atap GOR Jayabaya rusak dan Wall Clambing di Taman Sekartaji roboh. Berdasarkan taksiran BPBD kerugian materi mencapai Rp 1,5 miliar. [adv/nng]

 


Sumber : beritajatim.com