logo.png

BPBD Lakukan Imbauan ke Warga dengan Tempel Stiker


BPBD Lakukan Imbauan ke Warga dengan Tempel Stiker

Warga yang melakukan kerja bakti secara swadaya usai terkena dampak bencana hujan disertai angin kencang

KEDIRI (BM) - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kota Kediri sepekan ini, diprediksi kondisinya akan semakin mengkhawatirkan saat memasuki Desember mendatang.
 
Hal ini, disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Samsul Bahri. Menurutnya, tingkat kekhawatiran cuaca berdasarkan kajian BMKG selama ini.
 
Dan untuk melakukan antisipasi terhadap hal ini, BPBD akan melakukan pemantauan dan akan membuat program imbauan awas dan waspada yang berupa stiker, yang akan ditempelkan di setiap pos kamling maupun rumah warga.
 
“Penempelen stiker berisikan imbauan awas dan waspada akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Hal itu  dilakukan agar warga melakukan antisipasi dan deteksi dini dalam menyikapi kondisi hujan disertai angin yang akan terjadi setiap saat,” kata Samsul, Senin ( 23/11). 
    
Lebih jauh, Samsul mengatakan saat ini pihaknya juga terus melakukan inventarisir terhadap 8 rumah roboh. Di mana dari jumlah tersebut kerusakan 4 rumah memang dalam kategori berat, sedangkan 4 rumah lainnya dalam kondisi sedang dan ringan.
 
Dari data yang dihimpun Berita Metro, kerusakan terparah memang berada di Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren, yakni rumah Ponidin, Suparli dan  Supatmi. Ditambah, rumah Wiji warga Kelurahan Banjar Mlati Kecamatan Mojoroto, juga mengalami hal yang sama.
 
“Kalau total kerugian dari dampak bencana hujan disertai angin sekitar Rp 1,5 miliar meliputi kerusakan rumah dan kerusakan infrastruktur GOR dan wall climbing (panjat dinding) yang roboh. Namun, kami tak mau gegabah memakai dana bencana Rp 5 miliar dari APBD lantaran harus jelas pemakaian dan peruntukkannya,“ pungkasnya.
 
Sekadar diketahui untuk kondisi GOR saat ini memang tidak bisa digunakan untuk sarana olah raga, lantaran atapnya tersingkap hingga air akan masuk jika hujan turun. Di samping itu para warga yang terimbas dampak bencana puting beliung dan hujan, terlihat sedang membersihkan rumah secara swadaya. (bud/nov)

Sumber : beritametro.com