logo.png

Pemkot Kediri Jadikan Bantaran Kali Brantas Area Publik


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Jadikan Bantaran Kali Brantas Area Publik
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat memimpin apel di bantaran Sungai Brantas untuk bersih-bersih sungai bantaran sungai itu, Jumat (27/11). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami ingin nantinya bantaran Sungai Brantas ini menjadi tempat publik, ada sarana olahraga, jalan sehat. Kami fungsikan ini menjadi tempat yang layak dikunjungi," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, berencana menjadikan bantaran Kali/Sungai Brantas sebagai area publik, menjadi lokasi ruang terbuka hijau yang nyaman untuk berbagai fasiltitas termasuk sarana rekreasi dan olahraga.
 
"Kami ingin nantinya bantaran Sungai Brantas ini menjadi tempat publik, ada sarana olahraga, jalan sehat. Kami fungsikan ini menjadi tempat yang layak dikunjungi," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Jumat.
 
Wali Kota yang ditemui dalam kegiatan bersih-bersih bantaran Sungai Brantas ini menilai lokasi tersebut sangat menarik untuk tempat publik. Selain lokasinya yang asri, tempat ini juga cukup strategis mengingat lokasinya di tengah kota.
 
Nantinya, kata dia, di lokasi itu akan dibangun berbagia sarana kegiatan, namun tidak permanen. Masyarakat dapat memanfaatkan lokasi itu dengan keluarga ataupun teman-temannya untuk berbagai aktivitas.
 
Untuk memulai program itu, Wali Kota Kediri mengajak serta para pelajar baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah menengah atas (SMA) untuk ikut membersihkan bantaran Sungai Brantas dari berbagai macam sampah.
 
Selain itu, sejumlah pagar yang di bantaran yang sudah tidak terpakai juga dirobohkan, sehingga lokasi bantaran yang semula penuh dengan sampah sudah mulai bersih. Seluruh sampah-sampah baik rumput (organik) ataupun sampah plastik diangkut oleh mobil sampah dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri.
 
Wali Kota menegaskan sangat menyayangkan kotornya sungai ataupun bantaran dari berbagai sampah. Selain mengganggu pemandangan, warga yang ingin berkunjung menikmati indahnya sungai juga menjadi terganggu. Bahkan, warga yang hendak berwisata air pun juga menjadi tidak nyaman.
 
"Untuk itu, kami lakukan gerakan positif membersihkan bantaran Sungai Brantas. Sungai masih belum dianggap sebagai wadah yang bermanfaat, tapi justru membuat sungai menjadi kotor terus. Padahal, sungai itu pemberian Tuhan. Kami ajak semua supaya menjaga pola hidup bermasyarakat yang bertanggungjawab tidak membuang sampah di bantaran sungai," paparpnya.
 
Ia yakin, dengan gerakan itu tingkat kesadaran masyarakat akan sampah menjadi lebih tinggi. Selain itu, masyarakat juga semakin mengerti betapa pentingnya sungai untuk keperluan hidup manusia baik untuk kebutuhan irigasi, sampai rumah tangga.
 
Untuk rencana pembangunan lokasi bantaran Sungai Brantas agar lebih menarik, terutama untuk wisata dan sarana olahraga, wali Kota menegaskan sudah mengajukan rencana pembangunan itu ke Jasa Tirta maupun Dinas Pengairan. Hal itu sebagai pertimbangan, sebab bantaran Sungai Brantas masuk dalam pengelolaan Jasa Tirta.
 
Selain sudah menyerahkan desain, Pemkot Kediri juga masih menunggu hasil audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk pembangunan jembatan brawijaya. Jembatan itu dalam waktu dekat diharapkan bisa diselesaikan pembangunannya, sehingga untuk jembatan lama yang berjarak sekitar 500 meter itu dari jembatan baru itu bisa secepatnya difungsikan untuk pejalan kaki maupun sepeda. 
 
Sementara itu, untuk pemanfaatan bantaran Sungai Brantas sebagai wisata, di tempat itu sudah dilengkapi dengan perahu wisata, namun untuk pengelolaan masih pihak ketiga. Diharapkan dengan pengembangan bantaran sungai, semakin menambah alternatif wisata serta tempat berkumpulnya keluarga di Kota Kediri. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com