logo.png

Wali Kota Harapkan Sektor Jasa Penggerak Ekonomi Kediri


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Harapkan Sektor Jasa Penggerak Ekonomi Kediri
Seminar bisnis oleh Badan Penanaman Modal Pemerintah Kota Kediri, di Hotel Grand Surya Kediri, Jumat (27/11). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Sektor jasa sangat potensial di Kediri, dengan adanya industri rokok, sektor jasa tumbuh, pun dengan jasa pendidikan juga berkembang," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Abdullah Abu Bakar berharap sektor jasa mampu menjadi roda penggerak perekonomian di Kota Kediri, Jawa Timur, sehingga pemerintah kota giat menggaet investor untuk menanamkan modalnya.
 
"Sektor jasa sangat potensial, dengan adanya industri rokok, sektor jasa tumbuh, pun dengan jasa pendidikan juga berkembang," kata Wali Kota Kediri ditemui dalam acara seminar pertemuan bisnis dengan para pengusaha di salah satu hotel di Kediri, Jumat.
 
Ia mengatakan, sengaja melakukan kegiatan ini, sebab seiring dengan rencana pemkot yang memang mengarahkan ekonomi Kota Kediri ke sektor jasa. Dengan pertemuan itu, dibahas beragam program misalnya tentang perizinan, peluang usaha, serta prosedur memasarkan usaha baik nasional maupun internasional.
 
Ia berharap perekonomian di Kota Kediri bisa tumbuh dengan semakin baik, sehingga kegiatan mengenalkan Kota Kediri kepada para calon investor dinilai sangat bermanfaat. Para pengusaha pun juga bisa saling berinteraksi, sehingga usaha mereka pun juga berpeluang semakin besar.
 
"Berbagai peluang harus ditangkap masyarakat dan salah satu caranya pemkot mengenalkan Kota Kediri pada para investor baik nasional maupun internasional. Saya juga lihat masyarakat maupun pengusaha bisa saling berinteraksi dan mendapatkan pengalaman baru, sehingga ke depannya ada lonjakan bahkan bisa ekspor," jelasnya.
 
Ia sadar di Kota Kediri sangat terbatas untuk lahan, sehingga sektor jasa menjadi salah satu sektor yang diandalkan. Namun, ia sebenarnya juga berharap nantinya di Kediri ada bisnis teknologi, dimana usaha itu tidak memerlukan lahan yang luas, berbeda dengan industri biasa yang memerlukan lahan yang luas.
 
Dalam acara itu, selain diikuti pengusaha dari lokal, juga nasional serta iternasional. Namun untuk kepastian investasi, sampai saat ini masih dalam penjajakan. Jika para investor itu masuk ke Kota Kediri, dipastikan nantinya juga bisa mengurangi jumlah pengangguran terbuka di kota ini.
 
"Jika ada investor masuk, harapannya bisa 90 persen warga Kediri bisa masuk," harapnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Pemerintah Kota Kediri Triyono Kutut Purwanto menegaskan Kota Kediri sangat strategis sebab terletak di jalur lintasan Surabaya-Tulungagung, Blitar-Nganjuk dan Kabupaten Kediri-Nganjuk. Kota ini juga merupakan pusat pertumbuhan, serta aktivitas bagi daerah di sekitarnya.  
 
"Sebagai kota tujuan investasi, calon investor perlu mendapatkan informasi mengenai peluang dan potensi Kota Kediri. Dilain sisi, produk unggulan Kota Kediri tidak bisa hanya jalan di tempat, melainkan harus 'go international'," tegasnya.
 
Ia mengatakan, perkembangan Kota Kediri hingga 2013, mengalami tren peningkatan. Pertumbuhan ekonomi Kota Kediri mencapaiangka 7.5, diatas rata-rata nasional, 5,7. Industri kecil dan menengah di Kota Kediri pun terus mengalami peningkatan. Di tahun 2010, jumlah IKM (industri kecil menengah) adalah 2.078 industri, sedangkan di tahun 2014, jumlahnya meningkat hingga 2.213 industri.
 
"Pemkot ingin terus meningkatkan IKM dan membawa industri di kota ini hingga ke level internasional. Kami juga terus mendukung investor untuk berinvestasi di Kota Kediri serta mendorong pengusaha untuk memasarkan produknya di kancah internasional dengan mempermudah perizinan dan meningkatkan pelayanan prima," pungkasnya. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com