logo.png

Legenda Percintaan Cucu Raja Airlangga Berkembang Jadi Tari


Legenda Percintaan Cucu Raja Airlangga, Berkembang Jadi Tari

Para pelajar dengan fasihnya menunjukkan kepiawaiannya saat melakukan Tarian Seribu Topeng Panji

TARIAN Seribu Topeng Panji mungkin asing bagi sebagian besar masyarakat luar daerah dan perihal asal-usulnya. Padahal, tarian ini adalah asli dari Kota Kediri yang menurut ceritanya kisah cucu Raja Airlangga yang jatuh cinta terhadap kerabatnya yaitu Dewi Sekartaji.
Untuk menandai dan memaknai tarian asli Kota Tahu ini  akhirnya pegelarannya digelar secara kolosal di stadion Brawijaya Kediri. Pagelaran ini, bertujuan untuk melestarikan kesenian asli Kediri yang dikhawatirkan mulai ditinggalkan.
Untuk tari kolosal Seribu Topeng Panji ini dibawakan apik oleh sejumlah pelajar, mulai dari siswa SD hingga SMA. Para penari tergabung dalam berbagai sanggar tari di Kota Kediri. Tak ketinggalan, para bapak dan ibu guru tari juga turut ambil bagian dalam pagelaran ini. Bahkan, pagelaran tari kolosal Seribu Topeng Panji ini juga tampil dalam pembukaan Kediri Expo.
Dituturkan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, tari kolosal Seribu Topeng Panji ini adalah cerita asli Kediri yang sangat melegenda di Nusantara hingga Internasional. Cerita ini merupakan perwujudan dari Panji Inukertopati cucu dari Raja Kediri Airlangga.
"Panji Inukertopati merupakan cucu Raja Airlangga yang jatuh cinta pada kerabatnya sendiri bernama Dewi Sekartaji. Mereka juga kerabat dari Dewi Kilisuci seorang dewi yang tersohor di Kediri. Kisah percintaan inilah yang berkembang di masyarakat Kediri,” kisah Mas Abu panggilan akrab Walikota Kediri.
Dia menambahkan, saking melegendanya cerita itu sehingga muncul berbagai kesenian seperti tari Seribu Topeng Panji dan juga Kesenian Jaranan. 
Budaya inilah yang kini kembali dimunculkan Pemkot Kediri. Tujuannya, untuk mengedukasi masyarakat adanya cerita Panji yang kini mulai ditinggalkan. Tarian Seribu Topeng Panji inilah yang akan dijadikan sebagai Tari Khas Kota Kediri.
Seperti yang terlihat saat pagelaran Tari Seribu Topeng Panji pada Sabtu (28/11), malam yang cukup menarik dan membuat antusias masyarakat untuk menontonnya. Sekitar 500 penonton dari semua kalangan hadir dating hanya untuk untuk menyaksikan langsung tarian tersebut.
Seperti yang dikatakan Ratna Dwi seorang siswi asal Kota Kediri yang mengaku terhibur dan terkesan dengan penampilan para penari. Menurutnya dengan pagelaran Tari Topeng Seribu Panji ia bisa mengetahui cerita rakyat asli Kediri secara jelas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar mengaku tari yang mengangkat cerita asli Kediri ini membuat para penari tidak kesulitan dalam persiapannya. Praktis hanya dalam waktu empat hari saja. Mereka sudah mampu mengeluarkan performanya dengan baik. (nov)

Sumber : beritametro.com