logo.png

150 Muslimat Kota Kediri Dilatih Tangani Kebakaran


150 Muslimat Kota Kediri Dilatih Tangani Kebakaran

Kediri (beritajatim.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengadakan pelatihan dan ketrampilan penanganan kebakaran di Lapangan Gajahmada Kelurahan Pesantren, Kota Kediri. Acara tersebut diikuti oleh sebanyak 150 orang ibu-ibu muslimat Nahdatul Ulama (NU) se-Kota Kediri. 

Acara pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Kediri, Lilik Muhibbah. Dalam sambutannya, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Cabang PC Muslimat Kota Kediri itu mengatakan, bencana alam bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Untuk itu pihaknya berpesan agar para peserta sigap dan tanggap jika terjadi bencana kebakaran.

“Setelah mendapatkan pelatihan dari narasumber ini, saya berharap kepada panjenengan semua untuk mensosialisasikan apa yang didapat saat pelatihan ke lingkungannya masing-masing. Sehingga semua masyarakat dapat sigap dalam mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran,” harap Lilik Muhibbah, Senin (01/12/2015).

Terpisah Ketua BPBD Kota Samsul Bahri mengatakan, tujuan diselenggarakan acara pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran sedini mungkin. Selain itu, imbuh Samsul, juga untuk memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan agar kebakaran bisa segera di padamkan.

“Ibu-ibu ini biasanya yang  dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana kebakaran secara dini di rumah-rumah. Mereka akan kami beri pemahanam dan pelatihan,” jelas Samsul.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi tentang pemahaman, antisipasi dan pencegahan kebakaran di rumahnya masing-masing. Mulai dari pemahaman ancaman dan potensi yang bisa menimbulkan kebakaran seperti kelistrikan rumah tangga, kompor, setrika dan sebagainya.

“Mereka juga akan kami latih bagaimana tindakan dan langkah penanganan kebakaran secara dini. Juga kami latih agar tidak panik saat muncul tanda-tanda kebakaran. Itu penting, sebab kebakaran biasanya terjadi akibat salah penanganan saat titik api masih kecil akibat panik,” pungkas Samsul. [adv/nng/but]


Sumber : beritajatim.com