logo.png

Wali Kota Kediri minta PKL legawa soal perwali aturan berdagang


 

 
Wali Kota Kediri minta PKL legawa soal perwali aturan berdagang - Hormati pejalan kaki - Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri

(Foto: Andik Kartika)Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri

LENSAINDONESIA.COM: Peraturan Walikota No 37/2015 terkait dengan penataan dan pengaturan jam berdagang PKL yang banyak diprotes direspon oleh Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri.

Abdullah Abu Bakar mengatakan jika Perwali tersebut untuk menertibkan PKL, yang berjualan namun tak melihat sisi ketertiban dan toleransi terhadap orang berkendara dan juga pejalan kaki. “Trotoar yang seharusnya dipakai pejalan kaki justru dipakai untuk berjualan, kan kasihan pejalan kaki yang juga punya hak,” kata Mas Abu.

Sementara itu, solusi yang diambil Pemkot Kediri adalah menggunakan zona waktu bagi pedagang PKL. Sedangkan penertiban juga tak jadi solusi karena PKL akan kembali lagi ke lokasi semula. “Untuk solusinya ya kita terapkan zona waktu yang bisa menyelesaikan ketertiban para PKL,” ungkapnya.

Wali Kota juga menambahkan dan berharap pada pedagang kaki lima untuk bebesar hati terkait dengan zona waktu yang bakal diterapkan nanti. “Saya juga paham dengan urusan perut namun toleransi pada pengguna jalan juga sangat penting,” kata Abu.

Seperti ditulis sebelumnya, Nur Badik Kordinator Paguyuban PKL Kota Kediri mengatakan banyak PKL yang mengeluh karena Perwali yang mengatur atau menjadwal PK5 untuk berjualan. “Wong mau cari uang kok dijadwal,” kata Nur Badik pada lensaindonesia.com.

Lebih lanjut Nur Badik mengatakan jika PKL yang mengeluh karena jadwal berdagang yang berbeda beda di 72 titik tempat dengan berbagai jadwal.@ andik kartika


Sumber : lensaindonesia.com