logo.png

Wali Kota Kediri: Warga Jangan Asingkan Penderita HIV/AIDS


 

Wali Kota Kediri: Warga Jangan Asingkan Penderita HIV/AIDS
Wali Kota Kediri memberikan penghargaan pada pemenang lomba tentang HIV/AIDS, Minggu (6/12). (foto Asmaul Chusna)
 

"HIV/AIDS itu harus diwaspadai. Yang dijauhi itu virusnya bukan orangnya, sebab kadang orang tidak sengaja terkena HIV/AIDS, karena turunan juga bisa. Kita harus tetap berikan semangat pada penderita,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta agar masyarakat tidak menjauhi dan mengasingkan penderita HV/AIDS, sebab mereka juga membutuhkan bantuan dan agar tidak semakin terkucil.
 
"HIV/AIDS itu harus diwaspadai. Yang dijauhi itu virusnya bukan orangnya, sebab kadang orang tidak sengaja terkena HIV/AIDS, karena turunan juga bisa. Kita harus tetap berikan semangat pada penderita," katanya dalam acara sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS yang bersamaan dengan kegiatan "car free day" di Jalan Doho, Kediri, Jawa Timur, Minggu.
 
Ia menegaskan, penyakit HIV/AIDS bukan hanya soal temuan jumlah banyak atau tidak, melainkan berbagai upaya untuk pencegahan serta memberikan program bagi para penderita. Beberapa penderita dikucilkan, sebab takut ketularan virus penyakit tersebut.
 
Ia justru berharap, para penderita HIV/AIDS bisa menjadi relawan untuk membantu penyecegahan penyebaran penyakit itu serta memberikan semangat bagi penderita lainnya. Terkena HIV/AIDS masih bisa beraktivitas seperti masyarakat sehat pada umumnya.
 
"Harusnya diberi program supaya mau jadi relawan. Masyarakat pun juga harus tahu tentang HIV/AIDS," ujarnya.
 
Wali Kota menilai kampanye damai yang dilakukan ini sangat bagus. Kampanye ini melibatkan para remaja usia sekolah. Mereka juga bisa menjadi salah satu garda depan untuk memberikan sosialisasi pada sesama teman mereka di sekolah.
 
"Anak-anak sekolah harus tahu HIV/AIDS, narkoba, dan ini pembelajaran. Jika mereka sudah dewasa, mereka punya pengetahuan luas tentang penyakit ini," katanya.
 
Dalam kampanye damai itu, mereka melakukan aksinya dengan berjalan kaki dari kantor Wali Kota Kediri ke Jalan Doho Kediri. Mereka juga membawa beragam tulisan yang isinya agar waspada pada HIV/AIDS serta ajakan untuk menjauhi penyakit tersebut. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kediri ada sekitar 500 penderita. 
 
Acara itu juga diwarnai dengan dukungan untuk mencegah penularan HIv/AIDS serta ajakan untuk tidak mengucilkan penderita HIV/AIDS dalam bentuk tulisan di sebuah poster besar. Wali Kota juga turut membubuhkan beberapa kata dukungan untuk program tersebut.
 
Selain kampanye tentang HIV/AIDS, dalam acara itu juga digelar beragam kegiatan misalnya lomba membaca puisi, menari, teater, serta beragam kegiatan positif lainnya. Unjuk kreativitas itu salah satu program positif untuk menyalurkan bakat para remaja tersebut. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com