logo.png

Wali Kota Kediri Berharap Sinergi TPID Tekan Inflasi


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Berharap Sinergi TPID Tekan Inflasi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (dua dari kanan) dalam kegiatan di Kantor BI Kediri, Selasa (8/12). (foto Humas Pemkot Kediri )
 
 "Inflasi di Kediri rendah, dan ini karena ada kerjasama yang sistematis. Tim TPID juga sering mengadakan pertemuan tim pengendali inflasi secara rutin dan membahasnya secara mendetail,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap adanya sinergi di antara seluruh lembaga di Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk bersama-sama mencari solusi guna menekan inflasi, terutama mendekati pergantian tahun dari 2015 ke 2016.
 
"Inflasi di Kediri rendah, dan ini karena ada kerja sama yang sistematis. Tim TPID juga sering mengadakan pertemuan tim pengendali inflasi secara rutin dan membahasnya secara mendetail," katanya dalam rapat dengan TPID di Kantor Bank Indonesia Kediri, Selasa.
 
Dikatakan, dalam upaya menekan inflasi, pemkot tidak bisa melakukan sendiri, melainkan bekerja dengan seluruh pihak. Pemkot pun sangat terbantu dengan koordinasi yang baik di bawah TPID Kota Kediri. 
 
Ia mencontohkan, saat menjelang Lebaran, semua instansi sigap melakukan tugasnya dengan membuat beragam terobosan menekan kenaikan harga bahan pokok, misalnya dengan menggelar operasi pasar. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan berbagai tips-tipsnya, sehingga terjadi sinergi yang baik di semua pihak.
 
"Kami jaga kekompakan, saling sinergi. Kami juga terus melakukan evaluasi, termasuk kendalanya. Evaluasi itu juga akan membahas program ke depan," ujarnya.
 
Wali Kota juga menekankan, ke depan ingin lebih meningkatkan pereekonomian di kota ini, dengan menggerakkan sektor jasa. Pemkot memberikan berbagai macam kemudahan agar investor mau masuk ke kota ini, seperti perizinan. 
 
Ia berharap perekonomian di Kota Kediri bisa tumbuh dengan semakin baik, dengan berbagai terobosan ini. Dengan itu, para pengusaha diharapkan bisa tertarik masuk dan menginvetasikan modalnya di kota ini.  
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto mengatakan TPID saat ini memang fokus mencermati berbagai kebutuhan di Desember ini. Selain ada agenda pergantian tahun, di bulan ini juga ada perayaan Natal, serta libur akhir tahun, sehingga dimungkinkan harga sejumlah komoditas naik.
 
"Kami fokus persiapan pada Desember 2015 untuk tekanan inflasinya. Dari sisi permintaan, ada libur panjang, mudik, serta konsumsi yang meningkat, jadi kami upayakan pengendalian," katanya.
 
Namun, ia optimistis akhir tahun nanti inflasinya akan rendah. "Saya melihat lebih optimistis. Dari sisi permintaan daya beli melemah terkait ekonomi melambat, pasokan juga cukup tidak ada pergerakan harga yang diatur pemerintah (misalnya bensin, solar). Nuansanya lebih positif," pungkas Djoko. (*)

Editor: Tunggul Susilo


Sumber : antarajatim.com