logo.png

Sediakan Hotspot di Sejumlah RT untuk Permudah Belajar


Sediakan Hotspot di Sejumlah RT untuk Permudah Belajar

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar

KEDIRI (BM) - Warga Kota Kediri nantinya akan merasakan program belajar berbicara Bahasa Inggris secara gratis. Jika dalam dunia informasi teknologi (IT) kita mengenal sistem hotspot wi-fi.
 
Di mana sebuah area disediakan untuk mengakses jaringan internet. Kondisi ini, sama halnya yang akan dilakukan Pemkot Kediri. “Kita akan siapkan hotspot ke sejumlah RT tetapi bukan dalam bentuk wi-fi, melainkan English-Massive (E-Mas) yakni sebuah area yang disediakan untuk warga yang ingin belajar berbicara Inggris tanpa dipungut biaya,” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, kemarin (7/12).
 
Menurut Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri pihaknya akan menyiapkan tutor yang akan menemani warga untuk belajar berbicara Bahasa Inggris. Untuk kunci supaya dapat mengakses maupun menyebarkan informasi ke dunia luar, menggunakan Bahasa Internasional.
 
Maka dari itu, Pemkot Kediri akan menyediakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa inggris yang mumpuni. “Kota Kediri adalah Kota Jasa jadi sangat pas kalo kita merancang sebuah program yang mengasah soft skill warganya untuk memiliki daya saing,” jelasnya.
 
Mas Abu berharap tutor yang telah disiapkan nantinya akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka harus menjadi sahabat bagi warga supaya mereka senang mengikuti program E-Mas. “Saat terjun di lapangan nanti harus bisa membangun suasana yang fun, menyenangkan agar warga tidak bosan,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Chevy NS Kasubbag Penyusunan Program menyatakan bahwa program E-Mas tidak sama dengan kursus. Program Ini, memakai metode bukan klasikal melainkan open class. Mereka bisa berkumpul di taman, pos kamling, atau Balai RT dan bercerita dengan Bahasa Inggris.
 
Waktunya mengikuti kesepakatan warga, sasarannya juga untuk semua usia. “Ini lebih tepat disebut sebagai gerakan untuk memberdayakan masyarakat, Kami sebagai fasilitator menyiapkan tenaga tutor,” imbuh Mas Abu.
 
Ditambahkan dia, sepenuhnya nanti warga yang mengelola kegiatan itu sehingga mendapat bekal hingga menguasai Bahasa Inggris. Programnya masih kata Mas Abu, juga dilakukan secara berkala dengan memonitoring dan melakukan evaluasi hingga perbaikan program secara terus menerus. (bud/nov)

Sumber : beritametro.co.id