logo.png

Wawali Kediri ingatkan korupsi sudah merambah antar negara


Wawali Kediri ingatkan korupsi sudah merambah antar negara - Hari Anti Korupsi - Suasana perayaan hari anti korupsi di Kediri(Foto: Andik Kartika)Suasana perayaan hari anti korupsi di Kediri

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibah menggolongkan korupsi merupakan extra ordinary crime ( EOC). Bahkan kejahatannya sudah transnasional dan merambah antar negara.

Dalam memperingati Hari anti Korupsi 2015, Ning Lik – sapaan akrabnya – mengatakan jika kejahatan korupsi menjadi prioritas agenda pemerintah untuk penanggulangannya.

“Pemberantasan korupsi harus selalu dijadikan prioritas agenda pemerintah untuk ditanggulangi secara serius dan mendesak serta sebagai bagian dari program untuk memulihkan kepercayaan rakyat dan dunia dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi Negara,” Ujar Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah saat membuka acara Seminar Nasional dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Hotel Lotus, Kamis (10/12/2015).

Selanjutnya Ning Lik mengatakan bahwa korupsi bukan hanya masalah nasional tetapi sudah menjadi masalah global antar Negara sehingga termasuk dalam kejahatan transnasional.

“Bahkan dampak buruknya bisa bersifat multi dimensi kerugian pada sector ekonomi dan keuangan Negara. Kejahatan Korupsi harus diberantas tuntas karena digolongkan sebagai extra ordinary crime ,” tegas Ning Lik.

Ning Lik juga menambahkan jika pemerintah pusat khususnya bisa menunjukan keseriusanya dalam pemberantasan korupsi. Untuk itu, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menunjukkan keseriusannya dalam pemberantasan korupsi dengan banyak diterbitkannya Undang-Undang Anti Korupsi dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang secara tidak langsung terkait dengan penanggulangan tindak pidana korupsi.

Untuk diketahui dalam Seminar yang diadakan oleh Ikatan Alumni PGA Kediri dan LKHP ini menghadirkan lima narasumber yakni Prof.Dr. Y Sogar Simanora dari UNAIR Surabaya, Kompol Maulana dari Polda Jawa Timur, Prof. Dr Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang, Dr. H. A Rosyid Al Athok, M.Pd dari UNIVERSITAS Negeri Malang, dan yang terakhir Dr.H WP Djatmiko, SH, MH dari Universitas Diponegoro.

Peserta yang hadir merupakan perwakilan satker Pemerintah Kota Kediri, LSM, anggota Ikatan Alumni PGA Kediri, serta mahasiswa sebanyak 200 oranh. @andik kartika


Sumber : lensaindonesia.com