logo.png

Bulog Kediri Gelar Operasi Pasar Jelang Natal


 
Harian Bhirawa Online
 

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Kediri, Bhirawa
Menjelang Natal dan Tahun baru, Sub bulog Divre V Kediri bersama Pemkab Kediri menggelar operasi pasar (OP). Kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga karena ada indikasi harga beberapa kebutuhan pokok merangkak naik.
Kepala Sub Bulog Divre v Kediri Wahuyu Sutanto, ada 6 titik pasar tradional yang menjadi lokasi operasi pasar (OP) ini, diantaranya dua lokasi di Kota Kediri, dua lokasi di Kabupaten Kediri dan dua lokasi di Kabupaten Nganjuk
“Operasi Pasar kita bekerja sama dengan pemerintah  daerah setempat dalam rangka stabilisasi harga menjelang natal dan tahun baru, sehingga masyarakat tidak perlu risau memikirkan harga sembako  pada dua moment rutin ini”kata Wahyu Sutanto, Senin (14/12).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika dalam OP ini, selain beras Bulog juga menyediakan miyak goreng, tepung terigu dan juga gula.dan alokasi yang disediakan untuk beras 500 kilogram pertitik, gula 1000 kilogram pertitik, minyak 1000 kilogram pertitik dan tepung250 kilogram pertitik
“Sementara untuk harganya beras per 5 kilogram Rp.46.250 atau Rp.9.250 perkilogramnya, gula pasir Rp. 11.500 perkilogramnya, minyak goreng Rp.9.000 perliter, serta terigu Rp.7.500 perkilogramnya.”terangnya
Ditempat yang sama salah satu staf Disperindag Kota Kediri dendi Heru Purnomo yang ditemui sedang mendampingi Operasi Pasar di Pasar Pahing mengatakan petugas melakukannya dengan menggelar dagangan di atas truk yang atapnya ditutup terpal. Itu seperti yang mereka lakukan di Pasar Pahing maupun Pasar Bandar.
“Untuk Pelaksanaannya operasi pasar ini yang digelar Bulog dan Disperindagtamben ini akan berlangsung 11 hari dari tanggal 14-24 Desember,” ujar Dendi Heru Purnomo.
Daging Ayam Naik
Beberapa harga kebutuhan pokok di Bojonegoro mulai merangkak naik. Selain beras yang harganya perlahan mulai naik sejak akhir November lalu, kali ini giliran harga daging ayam dan telur ayam.
Harga terpantau di beberapa pasar tradisional yang ada di Bojonegoro, kenaikan harga daging ayam dan telur ayam saat ini mencapai dikisaran Rp 500 sampai Rp 2.000 per kilogramnya.
Salah satu penjual daging ayam di Pasar kota Bojonegoro, Sutrisno, saat ini harga daging ayam potong sekarang ini berkisar diharga Rp19.000 sampai Rp 20.000 perkilogram, dari yang semula hanya Rp 15.000 hingga 17.000 perkilogramnya. “ Kenaikan ini memang belum seberapa, akan dipastikan terus naik sampai tahun baru. Jadi harganya naik karena permintaan juga mulai bertambah,” katanya.
Dijelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun memang selalu terjadi, terutama saat menjelang Natal dan Tahun Baru nanti.
Hal senada diungkap pedagang lain, Erna memenag sengaja menaikan harga karena dari distributor harga sudah naik, ia mengaku harga daging ayam dijual dengan Rp19.000.. “ Dari distributor naik, kami juga ikut menaikkan harga,” ujarnya.
Naiknya harga daging ayam tidak mempengaruhi jumlah permintaan dari konsumen. Erna menerangkan, meski harga naik namun permintaan dari pembeli juga terpantau masih tinggi, dalam satu hari ini ia mengaku masih bisa menjual hingga 35 ekor daging ayam.
“ Selain harga ditentukan dari distributor, tingginya permintaan juga membuat harga bergerak naik,” imbuhnya.
Untuk beberapa komoditas, ada juga yang mengalami penurunan seperti cabai. Dari pantauan, harga cabai merah besar keriting Rp 23.000 per kilogram. Untuk cabai merah besar biasa, Rp 20.000 per kilogram. Cabai rawit merah pekan ini turun menjadi Rp 24.000 per kilogram.
Harga bawang merah juga mengalami penurunan, dari Rp 20 ribu menjadi Rp 18.500 per kilogramnya.  “ Bawang putih juga turun menjadi Rp 21.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 23.000,” jelas pedagang bumbu di pasar kota Bojonegoro, Sulastri. [van.bas]


Sumber : harianbhirawa.co.id