logo.png

Istri Wali Kota Kediri Ajak Anak Gemar Makan Ikan


ANTARA News Jawa Timur

Istri Wali Kota Kediri Ajak Anak Gemar Makan Ikan
Istri Wali Kota sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Kediri Ferry Silviana Feronica Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Ikan samgat baik untuk pertunbuhan dan perkembangan otak anak karena mengandung protein dan omega 3 yang tinggi. Untuk itu saya meminta kepada orangtua untuk mengajarkan anaknya gemar makan ikan," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Istri Wali Kota sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Kediri Ferry Silviana Feronica Abdullah Abu Bakar mengajak anak untuk gemar makan ikan, sebab kandungan gizinya sangat baik untuk perkembangan anak-anak.
     
"Ikan samgat baik untuk pertunbuhan dan perkembangan otak anak karena mengandung protein dan omega 3 yang tinggi. Untuk itu saya meminta kepada orangtua untuk mengajarkan anaknya gemar makan ikan," katanya dalam kegiatan gemar makan ikan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu.
     
Ia mengatakan pola makan ikan untuk masyarakat Kota kediri terdata masih 20,8 kilogram per kapita per tahun. Jumlah tersebut masih tergolong rendah dibandingkan tingkat provinsi 27,8 kilogram per kapita per tahun, dan nasional yang mencapai 34,4 kilogram per kapita per tahun. 
     
Pihaknya sengaja menyelenggarakan berbagai acara untuk meningkatkan minat untuk mengonsumsi ikan, terutama yang melibatkan anak-anak. Mereka masih dalam masa pertumbuhan, sehingga dengan mengonsumsi ikan sangat baik untuk perkembangan mereka.
     
Untuk itu, kata dia, Pemkot Kediri menggelar kegiatan untuk mempromosikan gemar makan ikan di masyarakat. Kegiatan itu melibatkan para pelajar baik tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas. 
     
"Kegiatan ini bisa mendongkrak masyarakat untuk gemar makan ikan. Tidak hanya untuk anak, namun juga untuk orang tua, karena ikan juga rendah kolestrol," terang Bunda Fey, sapaan akrabnya. 
     
Dalam kegiatan tersebut, kegiatannya dibagi untuk setiap usia. Untuk anak setingkat SD dan TK, mereka mengikuti kompetisi makan ikan bandeng tanpa tulang. Peserta yang paling cepat mengabiskan ikan, akan menjadi pemenang lomba tersebut.
     
Sementara, yang kedua adalah lomba memasak tingkat SMP dan SMA se-Kota Kediri. Di dalam lomba tersebut peserta memasak masakan berbahan dasar ikan. Panitia menerapkan tiga kriteria penilaian citarasa dan originalitas masakan, kreativitas pengolahan, dan penyajian masakan. (*) 

Sumber : antarajatim.com