logo.png

Walikota Kediri bikin Sri Sumiati menangis haru



Walikota Kediri bikin Sri Sumiati menangis haru - Program bedah rumah dan bantuan penyandang disabilitas - Salah satu warga penerima program bedah rumah saat bertemu Walikota Kediri Abdulah Abu Bakar, Kamis (17/12/2015).

(Foto: Andik Kartika-lensaindonesia.com)Salah satu warga penerima program bedah rumah saat bertemu Walikota Kediri Abdulah Abu Bakar, Kamis (17/12/2015).

LENSAINDONESIA.COM: Suasana bahagia bercampur haru memendadak hadir di tengah keluarga Sri Sumiati (55) warga Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, Kamis (17/12/2015).

Janda satu anak merupakan salah satu banyak warga Kota Kediri yang mendapat rejeki berupa progam bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu tak henti-hentinya mengucapkan kalimat syukur sambil mengusap air mata terus meleleh.

Sesuatu yang paling mengejutkan bagi Sri Sumiati adalah kehadiran Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di kediamanya yang sudah tak layak huni.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Sudah lama saya berharap rumah saya diperbaiki, tapi baru terlaksana tahun ini,” ungkap saat berjabat tangan dengan Walikota Abdullah Abu Bakar.

Kondisi rumah Sri Sumiati yang mendapatkan bantuan perbaikan memang sudah tidak lagi layak huni. Banyak balok kayu yang telah lapuk dimakan rayap dan dinding dari anyaman bambu yang bolong-bolong.

Rumah reyot itu kini tengah diperbaiki dengan membuat dinding tembok dan tiang beton.

Sementara itu, Walikota Abdullah Abu Bakar yang didampingi beberapa pejabat tak sekedar melakukan kunjungan, namun ia juga sudi turut membantu para pekerja mengaduk adonan semen yang kemudian ia masukan ke kolong pondasi.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat,” harap Mas Abu-sapaan akrab Walikota.

Mas Abu panggilan Walikota kediri pun tak lupa mendoakan agar bantuan tersebut barokah dan bisa menjadi penunjang untuk hidup lebih layak.

Ungkapan senada juga dikemukakan Dwiningsih (61) warga Kelurahan Burengan yang rumahnya mendapatkan bantuan rehabilitasi senilai Rp 10 juta. “Rumah saya dulu reyot, tapi sekarang sudah ditembok,” ungkap perempuan yang telah tiga tahun menjanda ini.

Sementara Kepala Dinsosnakertrans Kota Kediri, Dra Dewi Sartika menjelaskan, tahun ini telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 100 unit rumah tidak layak huni.

Hanya saja setelah dilakukan verifikasi ulang, ada tiga unit rumah yang telah diperbaiki sendiri oleh pemiliknya. Sehingga anggaran yang tersalurnya hanya untuk 97 rumah.

Masing-masing rumah mendapatkan anggaran perbaikan senilai Rp 10 juta. Anggaran perbaikan itu masuk ke rekening para penerimanya. Sesuai rencana, tahun depan Pemkot Kediri telah mengalokasikan perbaikan 200 unit rumah tidak layak huni.

Sebelum mengunjungi lokasi bedah rumah, Walikota Kediri berserta rombongan sebelumnya juga melakukan program bantuan sosial terhadap penyandang disabilitas, serta bentuan untuk usaha kecil dan warga terdampak penutupan lokalisari Semampir di Aula Kantor Dinsosnakertrans.

Kepala Dinsosnakertran Kota Kediri mengungkapkan, sejumlah program bantuan sosial ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Indonesia (HDI).

“Penyandang disabilitas kami beri kursi roda, kulkas, rombong untuk usaha 2 paket, prasarana usaha, 1 paket air brush dan biaya hidup. Untuk warga yang terdampak penutupan lokalisasi Semampir kami berikan 23 paket rombong usaha, 30 paket kecantikan dan 30 paket cathering,” sebutnya.

Atas program tersebut, Mas Abu pun memberikan dukungan terhadap pemberian bantuan ini. “Kami terus mengakomodir saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan. Kita juga harus bersinergi dengan pemerintah pusat. Saat ini pemerintah pusat sedang intensif memberikan bantuan sosial,” jelasnya.

“Saya harap teman-teman disabilitas terus berkomunikasi dengan Dinsosnakertrans, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” kata Mas Abu dihadapan puluhan penyandang disabilitas yang hadir.

Mas Abu berharap dengan bantuan ini penyandang disabilitas bisa lebih produktif. “Harapannya mereka bisa lebih produktif lagi. Karena saat ini mereka sudah produktif,” terang Mas Abu.@andik kartika/adv hms


Sumber : lensaindonesia.com