logo.png

Pemkot Kediri Agendakan Operasi Pasar Sepekan Penuh


ANTARA News Jawa Timur

Pemkot Kediri Agendakan Operasi Pasar Sepekan Penuh
Operasi Pasar yang digelar Pemkot Kediri. (foto Asmaul Chusna)
 
 animo masyarakat selama operasi pasar cukup baik, yang dilihat dari habisnya barang yang dijual dalam pelaksanaan operasi pasar. Sejumlah barang yang dibawa seperti beras, minyak goreng, telur, serta gula pasir. 
 
Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengagendakan kegiatan operasi pasar yang dilakukan selama satu pekan penuh dengan beragam bahan pokok kebutuhan sehari-hari, dengan tujuan bisa menstabilkan harga.
     
"Kami lakukan satu pekan penuh dengan lokasi di kantor kelurahan dan berganti-ganti," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kota kediri Dwi Rachman di Kediri, Jumat.
     
Ia mengatakan, kegiatan operasi pasar itu sudah dimulai sejak awal pekan lalu dan direncanakan berakhir pada 21 Desember 2015. Selama kurun waktu tersebut, operasi pasar dinilai cukup positif.
     
Ia mengatakan, animo masyarakat selama operasi pasar cukup baik, yang dilihat dari habisnya barang yang dijual dalam pelaksanaan operasi pasar. Sejumlah barang yang dibawa seperti beras, minyak goreng, telur, serta gula pasir.
     
Ia juga mengatakan, harga barang-barang yang dijual selama operasi pasar jauh di bawah harga normal. Untuk beras dengan kualitas terbaik misalnya, dijual dengan harga Rp46 ribu per 5 kilogram, padahal harga di pasar lebih dari Rp50 ribu. Harga gula pasir dengan kualitas premium adalah Rp9.000 per kilogram, minyak goreng dijual dengan harga Rp17.500 per dua liter, dan telur dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram.
     
Untuk barang yang dibawa saat operasi pasar, Dwi mengatakan sangat banyak. Misalnya untuk minyak goreng sampai 15 dus dimana isi masing-masing dus adalah enam enam bungkus, untuk beras ada 150 bungkus per 5 kilogram, gula pasir 100 kilogram, dan telur 60 kilogram. 
     
"Selisih harga dengan yang dijua di pasar sangat besar, bisa sampai Rp3.000. Tujuan kami, memastikan agar harga pokok bisa menjadi lebih stabil mendekati akhir tahun," ujarnya.
     
Ia mengaku belum ada instruksi lagi untuk memperpanjang operasi pasar yang diselenggarakan pemkot ini. Namun, selain dari pemkot dari pemerintah provinsi juga mengadakan operasi pasar. 
     
Kegiatan operasi pasar oleh pemerintah provinsi dilakukan sampai tanggal 24 Desember 2015, dengan melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Kediri.
     
Untuk barang yang dijual di operasi pasar oleh pemerintah provinsi, kata dia, juga beragam yaitu tepung, minyak goreng, gula pasir, dan beras. Seluruh barang itu kualitasnya juga terbaik.
      
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, optimistis inflasi di Kota Kediri, dapat ditekan, bahkan di bawah sasaran inflasi nasional. Hal itu dievaluasi dari relatif stabilnya berbagai bahan yang dihitung sebagai penyumbang inflasi, baik bahan pokok serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. 
     
"Saya melihat lebih optimistis. Dari sisi permintaan daya beli melemah terkait ekonomi melambat, pasokan juga cukup tidak ada pergerakan harga yang diatur pemerintah (misalnya bensin, solar). Nuansanya lebih positif," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto. (*)

Sumber : antarajatim.com