2015-12-19_19.12.55ADAKITANEWS, Kota Kediri- Pemerintah Kota Kediri, Sabtu(19/12) menggelar seminar Thalassaemia yang diperuntukkan bagi anak dan orang tua yang mengidap penyakit keturunan itu. Dalam seminar kali ini, Lilik Muhibbah Wakil Wali Kota Kediri berpesan kepada seluruh peserta seminar untuk tanggap mengatasi thalassaemia dan memberikan ruang untuk mengekspresikan diri tanpa pengucilan dari sesama.

Thalassaeemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa serta hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin(Hb) sehingga produksinya berkurang.

“Para pengidap thalassaemia harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah,”ungkap Lilik Muhibbah Wakil Wali Kota Kediri saat memberikan sambutan di ruang Jayabaya Balai Kota.

Menurut Lilik Muhibbah, sampai saat ini belum ada obat yang menyembuhkan penyakit thalassaemia secara total. Pengobatan yang paling optimal adalah tranfusi darah seumur hidup dan mempertahankan kadar Hb selalu sama atau 12 g/dl dan mengatasi akibat samping transfusi darah supaya aktifitas normal dapat dilaksanakan setiap hari. ”Para pengidap thalassaemia ini harus melakukan transfusi darah seumur hidupnya demi pengobatan yang optimal,”jelasnya.

Lilik Muhibbah menambahkan, dalam seminar kali ini, Pemkot Kediri sengaja mengdatangkan para narasumber yang dipercaya mampu memberikan pemahaman utuh bagi para orang tua dan anak pengidap thalassaemia demi kehidupannya menyongsong masa depan yang lebih baik.”Jadi para pengidap thalassaemia tidak usah takut bermimpi menjadi orang besar, bermimpilah setinggi langit dan kejar cita-cita itu,” urai Ning Lik sapaan akrab Lilik Muhibbah.

P_2015-12-19_19.12.00Sementara Aulia, bocah pengidap thalassaemia bercita-cita untuk menjadi dokter kelak ketika sudah dewasa. Baginya, menjadi dokter adalah sebuah profesi yang mulia dan mampu menolong sesam. ”Kalau sudah besar pingin jadi dokter,”ungkap Aulia setelah melantunkan lagu yang diperuntukkan ayah, ibu, dan teman-teman sebaya pengidap thalassaemia.

Data yang dihimpun tim adakitanews.com, pada seminar thalassaemia ini, hadir sebagai narasumber diantaranya; Mia Ratwita Andarsini Poli Hematoologi Anak RSU dr Soetomo Surabaya, Ruswwandi Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia(POPTI), dan Kepala BPJS wilayah Kediri. Bagi para pembaca yang budiman, jika berkenan untuk mendonasikan dana bagi pengobatan anak dan orang tua pengidap thalassaemia hubungi Contact Person(CP) 085 735 145 359 atau langsung ke rekening POPTI Kediri. BNI Cabang Kediri, No. Rek. 034 946 93 18.(adv/hms/blot)

Keterangan Gambar : Kegiatan seminar peduli.