logo.png

Ternyata Pernikahan Dini di Kota Kediri Masih Tinggi Ini Jumlahnya


Surya Malang

Ternyata, Pernikahan Dini di Kota Kediri Masih Tinggi, Ini Jumlahnya
 
shutterstock
 
Ilustrasi pernikahan 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pernikahan dini di Kota Kediri selama 2014 hingga Juli 2015 jumlahnya mencapai 399 kasus. Malahan 86 kasus di antaranya usia perempuan masih di bawah 18 tahun.

Masih tingginya angka pernikahan dini di Kota Kediri terungkap berdasarkan hasil survei pemetaan yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Kota Kediri.

"Dari hasil survei, kami temukan pernikahan perempuan usia di bawah 21 tahun masih cukup tinggi. Angkanya selama 2014 hingga Juli 2015 mencapai 399 kasus," ungkap Heri Nurdianto, Anggota KPA Kota Kediri, Senin (28/12/2015).

Survei berdasarkan data yang ada pada Kantor Urusan Agama (KUA) di 3 kecamatan Kota Kediri. Kemudian diperkuat hasil wawancara serta focus group discussion dengan stakeholder terkait termasuk perangkat kelurahan.

Data yang ada telah teridentifikasi berbasis kelurahan sehingga dapat diketahui situasi dan kondisi pernikahan perempuan di bawah 21 tahun pada masing-masing kelurahan.

Yang membuat tim survei prihatin, karena ditemukan 86 kasus perempuan yang menikah dengan usia masih di bawah 18 tahun atau termasuk kategori usia anak-anak.

Kecamatan Pesantren pada 2014 menempati urutan tertinggi kasus pernikahan perempuan di bawah 21 tahun. Disusul kemudian Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota.

"Pada tahun 2015 jumlah kasus masing-masing kecamatan cenderung sama sebarannya. Kecamatan Pesantren dan Kecamatan Mojoroto cenderung menurun, sementara Kecamatan Kota justru naik 2 kasus," jelasnya.

Dari hasil survei juga terlihat tidak ada satu pun kelurahan yang nihil kasus pernikahan perempuan usia di bawah 21 tahun.

Secara kuantitatif nampak terjadi penurunan kasus dari 2014 ke 2015. Dari kelurahan yang pada 2014 ada lebih 10 kasus, pada 2015 sampai bulan Juli memang terjadi penurunan drastis seperti Kelurahan Sukorame dan Pojok.

Namun ada banyak kelurahan yang justru jumlah kasusnya antara 2014 dan 2015 tidak terjadi penurunan signifikan seperti Kelurahan Mrican, Bujel dan Bandar Lor.

Untuk Kecamatan Kota ada beberapa kelurahan yang dalam 2 tahun terakhir tidak terjadi kasus pernikahan perempuan di bawah 21 tahun yaitu Kelurahan Pocanan, Kemasan dan Setonogedong.


Sumber : suryamalang.tribunnews.com