logo.png

Puluhan Pasangan Dijaring karena Caranya Sambut Tahun Baru


Tempo.Co

Puluhan Pasangan Dijaring karena Caranya Sambut Tahun Baru  
Perayaan malam tahun baru di Ancol, Jakarta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.COKediri - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri, Jawa Timur, menggiring sedikitnya 36 pasangan yang terjaring razia menjelang perayaan tahun baru yang baru saja berlalu. Mereka ditemukan di sejumlah tempat kos dan hotel.

Puluhan pasangan yang terdiri atas remaja dan dewasa itu dikumpulkan petugas gabungan Satpol PP dan Badan Narkotika Nasional Kota Kediri selama sepuluh hari menjelang perayaan pergantian tahun. Petugas mensinyalir banyak warga yang memanfaatkan momentum pergantian tahun ini untuk melakukan perbuatan tak pantas dan terlarang. 

“Satpol terus menyisir kos-kosan dan hotel selama sepuluh hari sebelum perayaan tahun baru,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri Apip Permana kepada Tempo, Sabtu, 2 Januari 2016.

Menurut catatan petugas, razia pertama dilakukan pada Selasa, 22 Desember 2015. Pada Selasa siang itu, petugas gabungan mengetuk satu per satu rumah kos di Kecamatan Pesantren. Sebanyak sepuluh rumah kos diperiksa untuk menginterogasi penghuni kamar terkait dengan kelengkapan administrasi kependudukan dan pemakaian narkoba. 

Hasilnya, 22 remaja dan dewasa diamankan petugas karena kedapatan berada di dalam kamar dengan pasangan tidak sah. Hal ini cukup memprihatinkan, mengingat perbuatan itu dilakukan muda-mudi serta pria dan wanita berumah tangga yang berselingkuh. Selain memboyong ke kantor Satpol PP, petugas memanggil orang tua atau suami/istri mereka untuk menjemput. 

Tepat tiga hari menjelang pergantian tahun, petugas kembali melakukan razia. Dengan tetap menyasar rumah kos dan hotel, petugas kembali menemukan 14 remaja dan orang dewasa yang kedapatan berbuat asusila. Ironisnya, di salah satu kamar hotel ditemukan seorang pegawai negeri sipil bersama perempuan yang bukan istrinya. 

Seketika, petugas membawanya ke kantor Satpol PP untuk diinterogasi dan diminta meninggalkan hotel. “Razia ini akan terus kami lakukan hingga seusai perayaan tahun baru untuk menghadang penyakit masyarakat,” kata Apip.

Meski tak bisa menjangkau semua tempat kos dan hotel, razia ini terbukti menimbulkan efek jera bagi remaja untuk berbuat mesum pada malam pergantian tahun. Seorang karyawan hotel kelas melati mengatakan tak ada tamu pasangan remaja pada malam pergantian tahun kemarin. Sebelumnya, hotel tersebut menjadi sasaran razia petugas. “Mungkin mereka kapok,” ujarnya. 

HARI TRI WASONO


Sumber : nasional.tempo.co