logo.png

Premium dan Pertalite Langka di Kediri


Premium dan Pertalite Langka di Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, pertalite dan pertamax langka di Kota dan Kabupaten Kediri. Kelangkaan diduga imbas kebijakan pemerintah menurunkan harga seluruh jenis BBM. Hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kehabisan stok. 

Seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Joyoboyo, Jalan Mayor Bismo, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jalan Airlangga di Desa Paron dan Desa Gurah, Kabupaten Kediri. Bahkan, satu SPBU di Jalan Soekarno Hatta yang masih menjual pertamax pun akhirnya diserbu oleh para pembeli. 

Anton, salah satu pembeli mengaku kecewa atas terjadinya kelangkaan BBM khususnya premium bersubsidi, disaat harganya diturunkan. Ia minta pemerintah menindak tegas pelaku penyelewengan BBM dan mengatur kembali sistem distribusi ke daerah-daerah agar tidak terjadi kelangkaan. 

“Harga BBM turun, tetapi kenapa stoknya justru tidak ada. Kami baru saja putar putar dari Kota dan Kabupaten Kediri, semua SPBU kehabisan stok. Bagaimana pemerintah mengatur penyaluran BBM ini. Larinya kemana? Ini pasti diselewengkan,” tuding Anton salah seorang pembeli di SPBU Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ngadisimo, Kota Kediri, Selasa (05/1/2016). 

Jumali, salah satu petugas SPBU Gurah mengakui, memang terjadinya peningkatan permintaan BBM jenis premium hingga 20 persen. Tetapi, pengiriman BBM sudah mengalami keterlambatan sehari sebelum pengumuman penurunan BBM. “Kalau solar tidak ada masalah, dan saat ini masih normal,” kata Jumali. 

Di SPBU Gurah ini biasa menerima DO sebesar 24.000 liter untuk jenis premium, dan jenis lain yaitu, pertalite, pertamax dan solar sebanyak 8.000 liter. Untuk jenis premium, satu kali pengiriman biasanya habis dalam kurun waktu satu hari satu malam. Tetapi, karena permintaan meningkat, maka stok yang ada langsung terkuras. 

Sebagaimana diketahui, sesuai harga baru yang telah ditetapkan pemerintah, premium turun dari harga Rp 7.400 menjadi Rp 7.050 per liter, solar turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.650 per liter. Untuk pertalite turun dari Rp 8.250 menjadi Rp 7.900 per liter dan pertamax dari harga Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 per liter. [nng/but]


Sumber : beritajatim.com