logo.png

Wali Kota Kediri Ajak Belajar Bahasa Inggris Hadapi MEA


ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Kediri Ajak Belajar Bahasa Inggris Hadapi MEA
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Warga harus bersemangat belajar Bahasa Inggris, khususnya bagi pekerjaannya di bidang perdagangan serta industri kreatif," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat, terutama pengusaha, untuk belajar bahasa Inggris guna menghadapi persaingan global dengan telah resmi dimulainya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016.
     
"Warga harus bersemangat belajar bahasa Inggris, khususnya bagi pekerjaannya di bidang perdagangan serta industri kreatif," katanya setelah peluncuran program "English Massive" (E-mas) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis.
     
Ia mengatakan, program ini sudah disiapkan oleh pemkot sebagai upaya memberikan berbagai pengetahuan dan ilmu baru, menghadapi era MEA yang saat ini berlangsung.
     
Ia ingin, masyarakat terutama pelaku usaha juga lebih siap menghadapi berbagai persaingan global. Mereka tidak hanya menjadi konsumen di era MEA ini, namun juga berani untuk bersaing.
     
"Kami ingin melatih masyarakat di Kediri, sehingga ke depan tidak hanya menjadi konsumen saja di MEA, tapi juga diajarkan Bahasa Inggris. Masalah sertifikasi belakangan, tapi yang jelas masyarakat harus bisa Bahasa Inggris," ujarnya.
     
Ia juga menegaskan kegiatan ini bisa diikuti berbagai kalangan baik masyarakat luas ataupun pelajar. Mereka fokus diajarkan untuk berbicara atau "speaking".
     
Untuk tutor, ia mengatakan terdiri dari anak-anak serta guru, bahkan ada "native speaker" yang didatangkan dari luar negeri. Kegiatan ini akan berlangsung pada Januari 2016.
     
"Nanti lokasinya di RW (rukun warga) dan untuk awal akan ada sampel di beberapa RW. Yang jelas, ini butuh semangat dari masyarakat dan perangkat di kelurahan," ujarnya.
     
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Pendidikan Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan dinas sudah melakukan rekrut untuk tutor dan mereka sudah menjalani pelatihan.
     
"Ada 60 yang sudah daftar dan setelah kami seleksi tinggal 44 orang. Kami juga sudah selesai memberikan pembekalan," katanya.
     
Ia mengatakan, tugas tutor akan mendampingi serta mengawasi para peserta untuk bisa Bahasa Inggris. Mereka akan fokus melatih berbicara bahasa tersebut.
     
Untuk lokasi RW, ia mengatakan masih harus komunikasi dengan perangkat di kelurahan lokasi yang akan digunakan serta kesiapan lokasi tersebut. Jika sudah jelas, program tersebut bisa berjalan. Walaupun masih terbatas, semua RW nantinya akan rata mendapatkan program tersebut. Program itu juga akan berlangsung terus. (*)
     

Editor: Slamet Hadi Purnomo

 

Sumber : antarajatim.com