logo.png

Rusunawa di Dandangan Kediri segera Difungsikan Warga Cukup Bayar 100 Ribu Per Bulan


 
Rusunawa yang berada di Kelurahan Dandangan Kota Kediri sudah tiga tahun ini mangkrak. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Setelah tiga tahun mangkrak dan tidak juga dimanfaatkan, Pemerintah Kota Kediri akan mengoperasionalkan rumah susun sederhana sistem sewa (Rusunawa) yang berada di kelurahan Dandangan, kecamatan kota Kediri pada awal tahun 2016 ini.

Dari sebanyak lima twin blok yang ada di rusunawa, pada tahap awal ini, baru dua twin blok atau sebanyak 196 unit kamar yang akan difungsikan.

Kepala bagian hubungan masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan, pemanfaatan rusunawa hanya tinggal menunggu fasilitas air saja. Sesuai rencana, pada akhir semester atau bulan maret, pemerintah provinsi Jawa Timur akan memberikan dana bantuan untuk pengeboran air sebagai fasilitas umum utama di Rusunawa.

“Secepatnya akan kita manfaatkan Rusunawa, kini kami masih menunggu fasilitas air di sana, karena memang belum ada air yang mengalir di Rusunawa,” ujarnya, Minggu (10/1).

Sesuai peraturan walikota kediri, untuk tarif rusunawa bervariasi ditentukan oleh lokasi. Lokasi kamar di bagian bawah tarifnya dibandrol Rp 120 ribu per bulan, sedangkan lokasi di atas hanya Rp 100 ribu rupiah per bulan. Penyewa diutamakan warga miskin di kelurahan Semampir, Dandangan, Balowerti dan Ngadirejo.

“Rusunawa sesuai fungsi awal pembangunan untuk tempat tinggal warga kurang mampu dipadat penduduk. Makanya kami prioritaskan penduduk di empat kelurahan tersebut, dengan syarat mempunyai kartu SKTM (Surat keterangan tidak mampu) dari kelurahan,” ujarnya.

Sementara untuk besar kamar yang ada di rusunawa hanya cukup untuk keluarga ideal yang terdiri, ayah, ibu dengan dua anak.

Untuk diketahui, rusunawa merupakan proyek pemerintah pusat yang berdiri di atas lahan bekas kas kelurahan Dandangan Kota Kediri. Bangunan yang terdiri dari lima twin blok atau berisi 495 unit kamar ini berharga Rp 58 milyar. Sudah tiga tahun terakhir bangunan mangkrak, karena belum dapat dioperasionalkan. (rif/rev)


Sumber : bangsaonline.com